Penutupan Pameran Lukisan Dua Perupa Bumiayu: Visualisasi Sejarah dan Keindahan Kota Bumiayu dalam Kanvas

Brebes, Jawa Tengah786 Dilihat

Bumiayu, medianasional.id | Pameran lukisan bertajuk “Dua Perupa Bumiayu dalam Karya dan Cerita” resmi ditutup pada Kamis (29/05/2025) di Grand Dian Hotel Bumiayu. Acara ini menampilkan karya dari dua seniman lokal, Alik Setiawan, S.Sn dan Herianto, yang digelar sejak 24 Mei 2025. Pameran ini menjadi ruang refleksi visual atas sejarah dan keindahan Bumiayu melalui seni lukis. Kamis (29/05/2025)

Dalam penutupan acara, Alik Setiawan mengungkapkan bahwa ide pameran ini telah tumbuh sejak tahun 2023 ketika ia mulai melukis dan mendokumentasikan Bumiayu dalam bentuk visual. Ia menyampaikan bahwa Bumiayu memiliki nilai historis dan geografis yang unik. “Bumiayu adalah kota kecil yang punya peran besar di era kolonial dan penjajahan Jepang. Banyak peninggalan sejarah seperti Gedung Bioskop Sena, Opseteran, Jembatan Sakalimalas, dan Stasiun Kereta Bumiayu yang kami tuangkan dalam karya,” ungkap Alik.

dua seniman, Alik Setiawan, S.Sn dan Herianto,

Ia juga berharap, ke depan Bumiayu bisa menjadi kota yang indah, sejuk, eksotis, tanpa melupakan nilai-nilai sejarah yang melekat erat dalam ingatan masyarakat.

Senada dengan Alik, Herianto juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan berbagai pihak. “Kami ucapkan terima kasih kepada Grand Dian Hotel Bumiayu dan Nadulang Career Café by RH yang telah memberikan ruang untuk kami berkarya, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pameran ini,” ujar Herianto.

Dukungan penuh juga datang dari General Manager Grand Dian Hotel Bumiayu, Andi Triantoro. Ia menyatakan, “Saya sangat mengapresiasi karya dua perupa Bumiayu ini. Hotel Grand Dian siap menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk berekspresi. Melalui seni lukis, kenangan indah tentang Bumiayu dapat diabadikan dan dikenang sepanjang masa.”

Sementara itu, Owner Nadulang Career Café By RH, Astanti Sukmasari, S.H., turut memberikan apresiasi dan semangat bagi para seniman. “Kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan ini. Nadulang Career Café berkomitmen untuk terus mendukung kreativitas lokal dan memberi ruang bagi para pelaku seni di Bumiayu untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Astanti.

Penutupan pameran semakin semarak dengan penampilan musik dari Assakustik dan Akustiketnik, kolaborasi antara Arjuna Anurta dan Rakhman Khan, yang menambah nuansa artistik dalam suasana hangat penuh apresiasi seni.

Pameran ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi medium kuat untuk merekam sejarah, memperkuat identitas lokal, dan menyatukan masyarakat dalam keindahan dan cerita masa lalu yang tetap relevan hingga kini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses