Pengusaha Rugi Rp7 Miliar Ditipu Pasutri dalam Bisnis BBM Fiktif

Mataram, NTB – Kasus penipuan bermodus bisnis suplai BBM fiktif kembali menggegerkan NTB. Pasutri Husni dan Yeni Rahmawati kini resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menipu seorang pengusaha hingga Rp7 miliar.

Modus yang dilakukan pasangan ini terbilang licin. Mereka menawarkan bisnis suplai BBM ke PT Amman Mineral Sumbawa Barat dengan iming-iming keuntungan besar. Untuk meyakinkan korban, mereka memalsukan sejumlah dokumen penting, termasuk purchase order (PO).

“Korban percaya karena pelaku membawa nama besar bupati,” ujar Yuli Mulianti, kuasa hukum korban. Sayangnya, setelah uang diberikan, BBM yang dijanjikan tak kunjung datang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Syarif Hidayat mengatakan Husni dan Yeni dijadikan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara pada Juli lalu. Meski begitu, polisi baru menahan Husni.”(Yeni Rahmawati) belum kami tahan karena masih sakit, tapi sudah kami tetapkan tersangka,” ujar Syarif, Rabu (30/10/2024).

Syarif menegaskan Yeni juga akan ditahan jika kondisi kesehatannya sudah membaik. Pasutri itu dijerat dengan Pasal 372 dan/atau 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dan terancam empat tahun penjara.

“Penahanan itu atas pertimbangan penyidik kami,” pungkas Syarif.

Sementara itu, Sejak menandatangani kerja sama, Yeni dan Husni mengiming-imingi keuntungan mencapai 50 persen dari bisnis yang akan dijalankan oleh Hasmawati. Sebagai tanda jadi, Hasmawati pun mengirimkan uang Rp 3,9 miliar kepada Yeni.

Menurut Yuli, dokumen yang ditunjukkan oleh Yeni dan Husni terkait penyediaan solar itu palsu. “Setelah dicek, semua data dokumen PO dan lainnya ternyata palsu. Kalau dihitung-hitung total kerugian klien kami sampai Rp 7 miliar,” Turutnya saat di Polda NTB

Yuli juga mengungkapkan, kliennya telah melaporkan kasus itu ke Polda NTB pada Agustus lalu, tetapi Yeni belum ditahan sehingga ia hawatir jika tidak ditahan dia akan melakukan penipuan ke korban lainnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses