Pengerjaan Proyek Melebihi Batas Waktu, Kades Pulau Jambu Akui Menyalahi Aturan

Kampar, Riau1714 Dilihat

Kampar, medianasional.id – Meskipun tahun 2024 sudah berakhir, pelaksanaan rehabilitas peningkatan monumen gapura batas Desa Pulau Jambu, dengan biaya Rp. 46.769.984 (Empat Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Sembilan Delapan Puluh Empat Rupiah) sumber dana ADD 2024 dan Pembangunan Gedung Paud di Dusun III Nusa Jaya Desa Pulau Jambu dengan biaya Rp. 150.458.780 (Seratus Lima Puluh Juta Empat Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Rupiah) sumber dana DDS 2024 Pulau Jambu sampai saat ini Januari 2025 masih dikerjakan pihak Pemerintahan Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

 

Menurut salah seorang masyarakat Desa Pulau Jambu yang namanya dirahasiakan menyampaikan, hal ini mungkin karena lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait pada saat pelaksanaan pekerjaan ini. Dan ini akan membuka peluang ada dugaan kuat pihak pelaksana kegiatan melenceng dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

 

“Kami prihatin sekali dan menyayangkan, melihat kondisi hasil pekerjaan pembangunan gapura dan pembangunan gedung PAUD yang menggunakan uang negara itu sampai sekarang tidak kunjung selesai, dikerjakan sampai saat ini. Kita minta kepada dinas terkait, agar memberikan sanksi tegas kepada Kepala Desa Pulau Jambu tersebut,” tuturnya. Jum’at, (10/01/25).

 

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Jambu, Taufiq Hidayat saat dikonfirmasi menyampaikan, “Izin kami menjelaskan, sebetulnya memang itu kelemahan kami. Kenapa demikian, kami tidak bisa mengatasi untuk mencari dana sebelum dana keluar, itulah salah satu kelemahan kami, kami hanya bisa menunggu pencairan uang keluar. Ketika uang sudah keluar baru bisa kami kerjakan, kalau anggarannya sudah cair seratus persen pada pertengahan bulan Desember 2024 lalu,” jelasnya.

 

“Pembangunan gapura batas desa tersebut pengerjaannya paling sudah selesai sekitar 80 persen, dengan menelan anggaran Rp 46 Juta lebih. Untuk ukuran gapura tersebut dengan tinggi 6 meter dan lebar 5 meter, anggaran 46 juta lebih itu menurut hitung – hitungan kami di lapangan itu cor – coranlah. Kalau cari hitungan dagang, itu tidak ada untungnya. Memang dana sedemikian rupa habis untuk pengerjaan biaya gapura tersebut, sampai saat ini gapura itu masih dikerjakan,” lanjutnya.

 

Kemudian untuk pembangunan Gedung PAUD itu sumber dana DDS 2024 dengan biaya Rp. 150.458.780 (Seratus Lima Puluh Juta Empat Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Rupiah), kalau perkiraan sampai sekarang pengerjaannya sudah 80 persen. Kalau kita hitung – hitung peraturan, itu sudah manyalahi. Karena tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selama ini kami belum ada kordinasi dengan pihak manapun, jadi kami pihak desa saja yang langsung mengerjakannya,” tutupnya.

 

Di tempat terpisah, Camat Kampar, Dedi Herman, S.STP, ketika dikonfirmasi awak media melalui telepon Whatsappnya menyampaikan, terima kasih atas informasi tersebut.

 

“Nanti pihak Kecamatan akan turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses