
Batang, medianasional.id
Virus Corona sudah banyak menimbulkan banyak korban hingga ratusan korban meninggal dunia, dan masih puluhan ribu yang terinfeksi virus tersebut. Virus yang pertama kali muncul di wilayah Wuhan, salah Kota di China.
Keresahan warga itu tidak hanya terjadi di kota Wuhan China saja, Namun juga berdampak pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Hongkong. Salah satu dari sekian ribu Pekerja Migran adalah warga Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.
Dampak dari wabah Virus Corona itu di rasakan para pekerja migran Indonesia di Hong Kong dengan sulitnya memperoleh masker, Melalui surat terbuka di media sosial Pekerja Migran asal Desa Krengseng Kecamatan Gringsing yang bernama Nur Fayati mengeluhkan betapa sulitnya memperoleh Masker di Hongkong dan juga harga yang mahal.
Dengan adanya jeritan Pekerjaan Migran Indonesia di Hongkong asal Kabupaten Batang tersebut Bupati Batang Wihaji langsung merespon surat terbuka tersebut.
Bupati Batang Wihaji juga mengaku sudah merespon permintaan PMI asal Batang melalui surat terbukanya, langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang untuk melakukan pengiriman masker ke negara Hongkong melalui KJRI.
“Saya langsung koordinasi dengan mereka (para BMI) di Hongkong, mendengar langsung suasana dan kondisi mereka. Pengiriman kita lakukan dengan cepat tanpa birokrasi. Kalau nunggu birokrasi urusanya lama. Makanya langsung kita tanggapi dan koordinasikan,” Beber Wihaji.
Kepala Bagian Kesejahteraan rakyat Kabupaten Batang Suparpto Setia menuturkan, Permohonan pengiriman masker langsung kita tindak lanjuti Kurang dari 1×24 jam karena Bupati menginginkan untuk segera mengirimkan masker kepada Pekerjaan Migran asal Batang di Hong Kong. Kamis, (13/2/20 20).
“Walaupun harga masker sekarang ini naik 10 kali lipat dari harga sebelumnya, tapi Alhamdulillah Batang bisa mengumpulkan sekitar 8000 masker dengan jenis masker biasa dan masker hijau,” Jelas Suparpto.
Sesuai dengan perintah Bupati Batang Wihaji, untuk membantu pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Batang yang berada di Hongkong.
“Paket masker kita alamatkan kepada KBRI di Hongkong yang diberi nama Nur Fayati, hal tersebut agar tepat sasaran, di harapkan bahwa kiriman masker dari Pemkab Batang untuk warga Batang tersebut bisa merata, ” Ungkap Suprapto.
Lebih lanjut Suprapto menjelaskan bahwa pengiriman masker melalui jasa Kantor Pos, diperkirakan sampai di KBRI Hongkong paling cepat 3 hari. Kita sudah meminta waktu pengiriman yang paling cepat, yakni tiga hari sampai KBRI paling lambat enam hari.
Suprapto juga menyatakan sudah dihubungi oleh Nur Fayati malalui videocal watsshap, yang mengatakan rasa terimakasihnya kepada Bupati Batang yang sudah merespon cepat permohonan masker. dari pekerjaan migran di Hongkong.
“Tadi pagi kita sudah video cal watsshap, dengan perasaan terharu mengucapkan terimakasih sambil meneteskan air mata,” pungkasnya.
Reporter : Puji_L






