
Lampung Utara, medianasional.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Lampung Utara (Lampura), Rusdi Efendi SH,menyatakan pembangunan drainase di jalan Raya Lintas Sumatra di desa Ogan lima ini akan menjadi salah satu pemicu terjadinya rawan kecelakaan lalu lintas, “Proyek pembuatan drainase dititik ini di khawatirkan Rawan kecelakaan lalulintas menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas,” kata Ketua GML kepada wartawan.
Sabtu (21-08-2021).
Ia menuturkan,sepanjang jalan dekat markas polsek Abung Barat, sedang dilakukan perbaikan dan pembangunan drainase. akvititas pengerjaan drainase itu, kata Rusdi Ependi SH. ada laporan pengendara mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak material di pinggir jalan.
“Dikhawatirkan kebanyakan kecelaan tunggal itu terjadi malam hari karena saat malam tidak ada pengerjaan, kondisi tempat pengerjaan juga gelap dan material yang tidak habis dibiarkan begitu saja,” kata Rusdi.Ia mengatakan, pengerjaan maupun penyimpanan material proyek di Pinggir jalan raya seharusnya diberi tanda agar tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan.
Selain itu, lanjut dia, saat pengerjaannya harus memasang rambu-rambu peringatan serta penerangan yang maksimal sehingga diketahui oleh pengguna jalan.
“Selama ini pengerjaan, pengiriman dan penyimpanan material bahan bangunan jangan makan badan jalan sehingga selain mempersempit juga mengakibatkan kecelakaan lalulintas,” katanya.
Ia menyebutkan, dampak pembangunan drainase itu dilaporkan telah terjadi kecelakaan tunggal yang didominasi kendaraan sepeda motor. “Hari ini saja, sampai siang sudah ada laporan kecelakaan tunggal akibat material bangunan yang ada di sekitar Jalan lintas Sumatera dekat markas polsek,” Terang Ketua GML
Ia menambahkan, pengendara yang mengalami kecelakaan tunggal akibat pembangunan drainase tersebut tidak bisa mendapatkan jaminan asuransi Jasa Raharja. “Mereka (korban kecelakaan) tidak bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja karena kecelakaannya laka tunggal,” jelasnya.
Ia berharap, proyek pembangunan drainase dievaluasi kembali oleh pemerintah agar tidak menyebabkan kecelakaan. “Saya minta proses pengerjaan bisa dievaluasi dan dilakukan lebih baik lagi sehingga korban tidak kembali berjatuhan,” katanya.
(Hendra Antoni)






