Lampung Selatan, medianasional.id – Siswa-siswi SMK Yayasan Pemuda Indonesia (YPI) Tanjung Bintang kabupaten Lampung Selatan yang berangkat pada Minggu (26/1/2025) dengan menggunakan tiga unit Bus PT Armada Penantian, telah kembali ke Lampung Selatan pada Kamis (30/1/2025) setelah mengikuti tour dan kunjungan industri di Semarang, Solo, dan Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada siswa-siswi tentang industri dan teknologi terkini di Jawa Tengah.
Kepulangan siswa-siswi SMK YPI tersebut disambut hangat oleh pihak sekolah dan orang tua siswa di halaman SMK YPI Serdang Tanjung Bintang. Mereka membawa oleh-oleh dan cerita tentang pengalaman mereka selama di Jawa Tengah.
Selama di Jawa Tengah, siswa-siswi SMK YPI mengunjungi beberapa industri dan tempat wisata, seperti pabrik tekstil, pabrik makanan, dan candi Borobudur. Mereka juga berkesempatan untuk bertemu dengan pekerja dan pengusaha di industri tersebut.
Siswa-siswi SMK YPI sangat senang dan bersemangat dengan pengalaman mereka selama selama di Jawa Tengah.
“Kami sangat senang bisa mengunjungi industri dan tempat wisata di Jawa Tengah. Kami belajar banyak tentang teknologi dan industri terkini,” kata salah satu siswa Meri kelas sepuluh.
Kepala Sekolah SMK YPI Totok Yuliantono yang menyambut langsung di halaman SMK YPI sangat bangga dengan pengalaman siswa-siswi selama di Jawa Tengah.
“Kami sangat bangga dengan pengalaman siswa-siswi kami. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka,” kata Totok Yuliantono.
Dengan demikian, kegiatan tour dan kunjungan industri di Jawa Tengah telah sukses dan memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa-siswi SMK
Para orang tua / wali murid pun tampak senang menyambut dan menyupport kegiatan ini, salah satu wali murid mengungkapkan bahwa para wali murid bangga anak mereka bersekolah di SMK YPI dan kegiatan ini sangat memberi motivasi.
“Dengan tour dan kunjungan Industri ini anak-anak kami mendapat pengalaman berharga,” kata Tika orang tua dari Muhammad Arif siswa kelas sepuluh SMK YPI.






