
Tanggamus, medianasional.id – Pekon Purwosari Pertama kali mendapat Penghargaan yang menerapkan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), setelah dilakukan verifikasi Open Defecation Free (ODF) oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dinyatakan Lulus Tanpa Catatan (LTC). Kamis (23/12/21).
Dr. Hj.Reihana, M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung diwakili Anita Pelita, S.KM mengatakan, “Dalam upaya melaksanakan kegiatan ODF diawali dengan melakukan pemicuan untuk memperbaiki Tangga Sanitasi,” katanya.
Lanjutnya, “kegiatan hari ini kami dari Dinas Kesehatan provinsi lampung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus melakukan Verifikasi pekon ODF di Pekon Purwosari, Anita Pelita, S.KM menjelaskan di Kecamatan Kelumbayan Barat pekon Purwosari menjadi pekon perdana yang berhasil meraih program stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) sehingga Pekon Purwosari telah dinyatakan Lulus Tanpa Catatan.
“Pekon Purwosari menjadi pekon Perdana di kecamatan Kelumbayan Barat yang dinyatakan lulus tanpa Catatan dalam Verifikasi pekon ODF,” ujar Anita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus diwakili David Erwin Gunawan, SKM bahwa di kabupaten Tanggamus sendiri ada 302 Pekon dan kelurahan pada hari ini capaian Pekon ODF baru terhitung 40 pekon termasuk Pekon Purwosari yang sudah Terverifikasi sebagai pekon ODF.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Tim verifikasi Dari Dinkes Provinsi lampung bahwa hari ini Dikecamatan kelumbayan barat tepatnya dipekon Purwosari, kita sudah melakukan Verifikasi ODF dan hasilnya Pekon Purwosari secara resmi menjadi Pekon ODF pertama di kecamatan kelumbayan Barat,” jelasnya.
Senada disampaikan Kusrin Kepala Pekon Purwosari mengucapkan terimakasih kepada Pihak Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Tanggamus yang telah turun langsung ke lokasi untuk memverifikasi Pekon Purwosari menjadi pekon ODF yang sudah dinyatakan Lulus Tanpa Catatan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada tim Verifikasi dari provinsi dan kabupaten sudah memverifikasi terwujudnya pekon ODF yang mana Alhamdulillah hari ini sudah dinyatakan Lulus tanpa Catatan oleh Tim Verifikasi dinkes Provinsi dan kabupaten Tanggamus,” tutur Kakon Kusrin.
Sambung, kakon Kusrin juga berterima kasih kepada UPT Puskesmas Kelumbayan barat serta Uspika kecamatan Kelumbayan barat yang sudah ikut serta mendukung dan menyukseskan Deklarasi program Pekon ODF di Pekon Purwosari.
“Juga Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung program Pekon ODF seperti UPT Puskesmas Kelumbayan Barat beserta Uspika kecamatan Kelumbayan Barat dan Danposramil, Bhabinkamtibmas, beserta seluruh Masyarakat pekon Porwosari,” pungkasnya.
Ketua Apdesi Kelumbayan barat Muzani mengapresiasi Program Pekon ODF di kecamatan Kelumbayan Barat yang telah diraih oleh Pekon Purwosari sebagai pekon ODF pertama dan harapan kedepan pekon yang ada di kecamatan Kelumbayan Barat bisa ikut serta menjadikan pekon ODF seperti pekon Purwosari.
“Alhamdulillah dengan adanya tim verifikasi dari Dinkes Provinsi maupun Kabupaten terkait dengan pekon ODF terutama di kecamatan Kelumbayan Barat dan pada hari ini meraka memverifikasi pekon Purwosari sebagai pekon ODF, dan saya berharap kedepan kecamatan Kelumbayan barat berharap kepada rekan rekan kepala pekon untuk meningkatkan status menjadi pekon ODF,” tutupnya.
Hadir pada acara tersebut Anita Pelita, SKM sebagai Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, David Erwin Gunawan, SKM Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Setiawan, ST KUPT Puskesmas kecamatan Kelumbayan barat, Reyhan Perwakilan Uspika Kecamatan Kelumbayan Barat, kusrin Kepala Pekon Purwosari, Muzani Ketua DPK Apdesi Kelumbayan Barat dan Syihabuddin Felani Kepala Pekon Batu Patah. (Redi)





