Lampung Selatan, medianasional.id – Paduka YM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong (Sultan Sekala Brak yang Dipertuan ke-23) Kerajaan adat paksi pak sekala brak Kepaksian Pernong Lampung melakukan kunjungan anjau silau atau silaturahmi dengan tokoh adat Bali di Desa Bali Nuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat, 19 Desember 2025 pukul 13.30 WIB sampai selesai.
Turut hadir Tokoh Adat Sai Batin Lima Marga Pangeran Cahya Marga (Sai Batin Marga Keratuan Menangsi, Pangeran Tihang Marga (Sai Batin Marga Legun), Pangeran Sesuhunan Sampurna Jaya (Sai Batin Marga Katibung), Pangeran Penyimbang Agung (Sai Batin Marga Rajabasa)
dan Marga Dantaran yang mewakili, Panglima Alif Jaya, Panglima Elang Berantai, dan Panglima Sindang Kunyayan beserta para bahatur dan punggawa Kepaksian Pernong Wilayah selatan. Budi Setiawan (Raden Singa Brata) Camat Way Panji, Kepala Desa Way Panji, pemangku Adat, Pemuda dan masyarakat.
Kedatangan Paduka YM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong di desa Bali Nuraga adalah rasa kangen kepada saudara atau kerabat yang sudah menjadi saudara angkon yang sudah terjalin puluhan tahun dari para leluhur dahulu menyampaikan kepada semuanya.
“Dalam sepuluh tahun kita tidak bertemu, hari ini kita bertemu seperti hari kemarin. Pertemuan ini adalah suatu kebaikan yang patut kita jaga dan kita rawat, setiap sepuluh tahun kita akan ketemu lagi di sini kedepan. Kegiatan hari ini Nakluk Merana adalah upacara keagamaan yang dilaksanakan setiap hari Tilem/bulan gelap ke -6, atau sekitar bulan Novenber-Desember setiap tahun. Tujuannya adalah meminta anugerah kepada Tuhan Yang Maha Esa,agar sasab merana/hama dan penyakit yang menyerang tumbuhan, utamanya Padi bisa terkendali hingga hasil panennya baik dan juga umatnya terhindar dari segala penyakit,” ungkapnya.
Putu Pande atau yang lebih dikenal Pak Denta mewakili masyarakat Bali Nuraga menyampaikan ungkapan rasa terima kasih sudah berkunjung.

“Titip salam dari masyarakat atau warga Bali Nuraga kepada kerabat saudara angkon kerajaan adat paksi pak sekala bera dan Lima Marga Way Handak dikarenakan saudara kita tidak bisa berkumpul di sini maka saya yang mewakilinya dan acara ini adalah agar kita dijauhkan dari penyakit baik tanaman agar kedepan apa yang kita tanam hari ini, hasilnya lebih baik. Acara Nakluk Merana adalah acara tahunan dan acara keagamaan agar tuhan yang maha esa memberikan keberkahan dari langit dan bumi berserta umat ini selamat dari penyakit,” harapnya.
“Acara ini walaupun diguyur hujan tidak menyurutkan kita dalam acara ini tetap semangat karena di desa ini sudah tiga minggu tidak turun hujan dan hari ini turun hujan berkat kerja sama sanak saudara berkunjung kita semuanya diberkahi. Dahulu datuk – datuk kami datang dan diterima di Lampung. Ada pepatah dimana bumi dipijak disana langit kita junjung dan Lampung adalah saudara kami. Semoga desa Bali Nuraga ini menjadi desa ekonik Lampung atau Ikonik, yang berarti bersifat seperti ikon atau melambangkan sesuatu yang sangat terkenal, dikagumi, dan punya pengaruh besar,” lanjutnya.
“Mewakili esensi suatu era, budaya, atau ide dengan ciri khas yang kuat atau lebih di kenal desa Wisata adat dan budaya,” terangnya.
Acara ditutup dengan tarian keagungan kepada tamu dan sesi penyematan Pin serta foto bersama.






