PAD Turun, DPRD Kendal Minta Penghematan, Soroti Efisiensi Anggaran Energi di Kantor Dinas

Jawa Tengah, Kendal535 Dilihat

KENDAL – medianasional.id- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Kendal pada tahun 2024 turun tidak mencapai target yang diinginkan. Target PAD yang seharusnya sebesar 100% atau Rp 703.010.454.626, akan tetapi realisasinya cuma tercapai 92 % atau Rp 636.839.693.373. Hal Ini menjadi catatan penting bagi DPRD Kendal dan perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2025 ini.

Anggota DPRD Kendal Khasanudin meminta agar pemerintah daerah melakukan langkah-langkah konkret untuk menghemat penggunaan anggaran. Salah satunya yang menjadi sorotannya adalah efisiensi penggunaan energi di kantor-kantor dinas di Kendal yang dinilai masih boros.

Langkah ini dinilai penting mengingat PAD di Kabupaten Kendal tahun ini diperkirakan juga tidak mencapai target. “Karena itu, pemerintah daerah juga perlu melakukan efisiensi energi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada,” kata Khasanudin, usai Rapat Paripurna DPRD Kendal, Kamis (22/5/25).

Khasanudin mencontohkan penerapan sistem efisiensi energi telah dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan,
seperti mematikan lampu dan AC di ruangan yang tidak digunakan.

“Sekelas Kementerian Kelautan dan Perikanan saja sudah menerapkan sistem efisiensi energi, apalagi kita di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Khasanudin menambahkan bahwa langkah ini juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto perihal efisiensi anggaran. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan hal yang sama dengan mengaudit ke kantor kantor dinas di Kendal.

“Dengan demikian, penggunaan anggaran dapat lebih efektif dan efisien untuk keperluan lain yang lebih penting,” tegas Anggota Komisi B DPRD Kendal itu.

Dikatakan Politisi PKB ini, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran di Kabupaten Kendal.

Selain itu, Khasanudin juga meminta pemerintah daerah mencari terobosan baru dan segera mengidentifikasi potensi-potensi yang ada guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kendal.

Menurutnya, pemerintah harus memiliki strategi yang lebih inovatif dan efektif sehingga target pendapatan dapat tercapai.

“Dengan adanya terobosan baru, dapat meningkatkan PAD Kendal dan membiayai pembangunan daerah yang lebih baik,” pungkas Khasanudin. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses