Oknum Polisi Diduga Lakukan Intimidasi Kepada Tersangka Perampokan, Propam Polres Kampar Diminta Bertindak

688 views

Kampar, medianasional.id – Seorang tersangka perampokan yang terjadi di jalan Lintas Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, pada 7 September 2019 lalu, melalui video singkatnya mengaku diintimidasi dan disiksa oleh penyidik polisi.

 

Menurut video singkat yang dibuat oleh tersangka perampokan bernama Yandroy Marbun. Menjelaskan tentang kejadian perampokan pada tanggal 7 September 2019 yang terjadi di jalan lintas pasir putih. Ia mengaku akan menceritakan siapa temannya saat bersama melakukan perampokan, dan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Polisi.

 

“Saya adalah salah satu pelaku perampokan tersebut, dan saya melakukan perampokan tersebut bersama rekan saya yang bernama Arvindo Siregar. Adapun beberapa berkas atau pengakuan saya selama saya disidik di kantor kepolisian, pada saat itu saya menyebutkan nama saudara Monang Simanjuntak. Saya terpaksa menyebutkan nama saudara Monang Simanjuntak, karena saya dalam keadaan tertekan. Saya disiksa oleh oknum Kepolisian dan jari kaki saya diputuskan, kepala saya penyot, tulang rusuk saya patah, serta sampai sekarang dada saya sesak. Makanya saya terpaksa menyebutkan nama Monang Simanjuntak,” jelas Yandroy Marbun.

 

Selanjutnya dikatakan Yandroy Marbun, “tapi yang sebenar – benarnya bukanlah Monang Simanjuntak teman saya ataupun rekan saya yang melakukan perampokan tersebut. Melainkan saudara Arvindo Siregar yang tidak tahu dimana keberadaanya sekarang. Awal penyidikan, saya ditanya oleh polisi. Saya menjawab teman saya adalah Arvindo Siregar, tapi saya terus dipaksa dan terus disiksa untuk mengatakan dimana. Karena saya bingung menjawab apa dan sudah tidak tahan, dan Arvindo Siregar juga tidak tahu dimana keberadaannya. Terpaksa saya menyebutkan nama Monang Simanjuntak, karena saya sudah tidak tahan lagi disiksa,” ungkap Yandroy Marbun lagi.

 

Lebih lanjut ditambahkan Yandroy Marbun, “saya membuat video ini sungguh – sungguh dari hati saya dan inilah kejadian yang sebenarnya. Didalam nama tuhan saya tidak berbohong, saya tidak merekayasa video ini. Didalam persidangan yang pertama pun saya sudah membantah berkas, bahwasannya teman saya bukan Monang Simanjuntak. Sampai terakhir pun saya sudah membantah persidangan, bahwasannya teman saya bukanlah Monang Simanjuntak, melainkan Arvindo Siregar,” tegas Yandroy Marbun.

 

Terakhir disampaikan Yandroy Marbun, “di dalam video ini juga saya bernama Yandroy Marbun, bersumpah tidak ada unsur paksaan ataupun unsur tekanan dari pihak manapun saya membuat video ini. Saya membuat video ini, inilah cerita sesungguhnya. Saya berani sumpah, saya tidak berbohong dan saya tidak merekayasa. Karena saya berbuat dosa telah melakukan perampokan ini, saya tidak mau melibatkan orang yang tidak bersalah di dalam perkara saya ini. Hanya ini yang bisa saya sampaikan di dalam video ini, buat bapak / ibu yang melihat video ini terima kasih atas perhatiannya,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kapolres Kampar, AKBP. Mohammad Kholid, S.I.K, ketika dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan Whatsappnya menegaskan, “pernyataan Napi ini boleh saja mas. Kalau memang ada penganiayaan, silahkan bisa dilaporkan mas,” ungkapnya. Sabtu, (08/08/20).

 

Di tempat terpisah, Kapolsek Siak Hulu, Kompol. Zulkarnain melalui pesan Whatshapnya kepada awak media mengatakan, “perkara itu sudah diputus oleh Pengadilan. Tentu Hakim memutuskan sesuai keyakinan dan alat bukti yang kita sajikan dan saat kejadian ada CCTV nya,” ujarnya. ( Robinson Tambunan).

DomaiNesia

Kampar

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.