
Kutacane, Medianasional.id – Paska luluh lantak dihantam banjir bandang dua bendung irigasi Lawe Bulan pada akhir tahun 2020 lalu, yang merupakan sentra pembagian air irigasi baik ke sawah dan kolam warga Kutacane kian menambah deretan derita panjang masyarakat petani bumi sepakat segenap Aceh Tenggara setelah usulan perehabannya tidak diprioritaskan Pihak Balai Sungai Provinsi Aceh pada tahun 2021 ini.
Tak pelak, drh Nurdiansyah Alsta, anggota DPRA Provinsi Aceh pun angkat bicara, dengan lantang dan bersuara meminta pihak Balai Sungai Provinsi Aceh yang merupakan dinas terkait yang dipercaya Kementerian PUPR untuk segera menanggapi guna menjadikannya skala prioritas program rehabilitasinya mengingat keurgenitasannya bagi masyarakat petani Aceh Tenggara.
Politisi Partai Demokrat ini mendesak pihak Balai Sungai jangan main-main dengan hal ini karena jelas ribuan petani Aceh Tenggara yang nyaris 87 persen keberadaannya sangat bergantung hidupnya dari perehaban jaringan bendung daerah irigasi Lawe Bulan yang ada di dua lokasi yakni Bendung DI Lawe Kharum dan Bandung DI Lawe Ski yang merupakan aliran anak sungai Lawe Bulan.
“Siapa yang bertanggung jawab dengan derita warga jika nantinya terjadi kesenjangan pangan akibat tidak produktifnya petani di wilayah itu, setengah bertanya Nurdiansyah, jelas bola panas itu ada di Pundak Pemerintah Aceh, untuk itu selaku wakil rakyat apalagi saya berasal asli dari Kutacane-Aceh Tenggara akan memboikot pihak Balai Sungai karena saya nilai telah gagal dalam menghimpun usulan dan program daerah,” ujarnya.
“Terlepas dulu soal dari mana anggaran yang bakal digunakan untuk merehabilitasi bendung daerah irigasi Lawe Bulan itu, mau dari mana pun selaku pihak terkait harus segera meresponnya guna memberikan kepastian hidup dan keberlangsungan nasib petani Aceh Tenggara”, tegasnya.
“Seperti kita ketahui bersama sambung anggota Komisi 6 DPRA Aceh ini, bahwa besarnya APBN kita yang diserap oleh pihal Balai Sungai, saya kira tidak alasan apapun untuk tidak mengindahkan usulan program perehaban bendung daerah irigasi Lawe Bulan itu, makanya saya ingatkan sejak kini, agar pihak Balai Sungai serius dalam menanggapinya,” demikian dipaparkan drh Nurdinasyah Alasta, Politisi DPRA Aceh, ketika diwawancarai Media Nasional secara eksklusif, Jumat (12/02/2021), sembari berharap agar usulan perehaban bendung daerah irigasi Lawe Bulan ini menjadi skala prioritas program dari pihak Balai Sungai Aceh dalam tahun ini juga.(rh-01)






