Mataram, NTB — Kabar gembira buat dunia pendidikan di NTB! Pemerintah Provinsi NTB baru saja resmi “jadian” dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Lewat penandatanganan MoU pada Kamis (23/4), keduanya sepakat buat gaspol bareng memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Gora.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), menegaskan kalau pemerintah zaman sekarang nggak boleh asal ambil keputusan. Harus ada sentuhan ilmiahnya.
Miq Iqbal bilang kalau sinergi bareng kampus itu hukumnya wajib. Kenapa? Biar kebijakan yang diambil pemerintah nggak minim kajian dan bener-bener berbasis ilmu pengetahuan.
“Pemerintah nggak boleh abai sama pandangan ilmiah. Makanya, sinergi bareng kampus itu keharusan biar pembangunan kita lebih terarah,” ujar Miq Iqbal dengan tegas.
Menariknya, kolaborasi ini bakal fokus banget buat ngembangin Kabupaten Lombok Utara (KLU). Menurut Miq Iqbal, KLU itu ibarat kanvas yang masih bersih dan punya potensi besar buat ditata dari awal tanpa ribet sama masalah tata kelola yang kompleks.
“KLU itu magnet baru pembangunan. Kehadiran kampus di sana bakal jadi booster buat ekonomi dan sosial masyarakat lokal,” tambahnya. Apalagi, keberagaman budaya di KLU dinilai jadi kekuatan keren kalau didukung pendidikan yang inklusif.
Ternyata, ini adalah momen perdana Pemprov NTB jalin kerja sama resmi sama UNY, lho. Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, juga nggak kalah antusias. Beliau bilang UNY siap totalitas ngasih dukungan lewat riset, pengembangan program studi, sampai fasilitas pendidikan di NTB.

“Kami hadir buat bangun sinergi. Ini komitmen UNY buat ikut berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah timur Indonesia,” pungkas Prof. Sumaryanto.
Langkah ini diharapkan nggak cuma jadi tanda tangan di atas kertas doang, tapi langsung action lewat program konkret yang manfaatnya bisa dirasakan langsung sama warga NTB. Way to go, NTB






