Mik Iqbal Dipuji Kepala BGN, Progres Gizi Gratis di NTB Jadi Salah Satu yang Terbaik

Mataram, NTB – Siapa sangka obrolan di meja makan bisa jadi penentu gizi bangsa? Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), menjamu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dengan menu lokal yang juara Sate Rembiga sampai Plecing Kangkung.

Tapi, di balik sesi makan siang yang santai itu, ada diskusi serius soal masa depan perut rakyat, alias Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bukan cuma sekadar omon-omon, data per 9 Mei 2026 menunjukkan kalau NTB ini “anak emas” dalam urusan distribusi gizi. Cek flexing datanya nih:
1,8 Juta+ Penerima Manfaat: Sudah menjangkau 1.832.808 orang di NTB.
820 Titik Pelayanan: Ada 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ready di seluruh kabupaten/kota.
Pasukan Relawan: Dibantu oleh 39.023 relawan yang gercep banget.
Lombok Timur Juaranya: Jadi daerah paling “gizi” dengan 258 unit SPPG.

Kepala BGN bahkan terang-terangan memuji kalau progres di NTB itu salah satu yang terbaik secara nasional dan sudah melampaui target pusat.

Dadan Hindayana jujur-jujuran kalau di awal banyak yang ragu sama program raksasa ini. Tapi, pesan Presiden Prabowo jelas rakyat gak boleh nunggu lama. Makanya, daripada ribet bangun dapur sendiri yang makan waktu, pemerintah pakai pola kemitraan bareng yayasan biar semua prosesnya bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kalau memulai kebaikan besar, memang harus siap dikritik. Yang penting manfaatnya nyata buat rakyat,” kata Dadan sambil memuji kangkung Lombok yang katanya beda dari yang lain.

Meski prestasinya gacor, Miq Iqbal tetap ngingetin kalau masih ada “titik buta”. Masih ada wilayah pinggiran bukan daerah terpencil 3T ya, tapi daerah yang jauh dari kota yang belum tersentuh mitra penyelenggara.


Kabar baiknya, BGN langsung gercep mau memetakan titik-titik baru ini biar anak-anak di sekolah dan ponpes wilayah tersebut bisa segera ngerasain manfaatnya juga.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses