KENDAL- medianasional.id– Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal menyatakan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah, memastikan seluruh perlengkapan dan personel sudah dalam kondisi siap siaga.
“BPBD telah menyiapkan prasarana seperti perahu karet, peralatan whipping, alat potong pohon, dan sarana pendukung lainnya. Semua siap, termasuk personel kami,” tegas Huda saat Apel Siaga Bencana di halaman Stadion Utama Kebondalem, Kendal, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, BPBD Kendal akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, termasuk TNI, Polri, Basarnas, serta jaringan relawan kebencanaan. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk mempercepat respons dan penanganan darurat ketika bencana terjadi.
Meski peralatan terbaru belum tersedia, BPBD berencana segera mengajukan permohonan tambahan alat ke BNPB. “Kami sudah mengidentifikasi beberapa peralatan yang perlu diperbarui. Dalam waktu dekat akan segera kami ajukan ke pusat,” ungkap Huda.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, kegiatan apel juga diisi dengan simulasi penanganan bencana. Skenario menggambarkan situasi hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga, menjadi latihan penting untuk memastikan seluruh tim tanggap dan terlatih dalam menghadapi kondisi darurat.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, didampingi Wakil Bupati Benny Karnadi, menegaskan bahwa bencana alam tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan peribadatan.
“Dampaknya bisa meluas hingga sektor pertanian, perdagangan, industri, dan pariwisata,” jelasnya.
Bupati mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran mitigasi sejak dini. “Mari kita terapkan kesiapsiagaan dengan melakukan pengecekan wilayah-wilayah yang berpotensi banjir dan longsor. Antisipasi lebih awal akan sangat membantu mengurangi risiko bencana,” pungkasnya.(*)




