KENDAL- medianasional.id– Program BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian. Melalui bantuan berupa empat unit mesin perajang tembakau, BRI menyerahkannya kepada Kelompok Tani Dadi Makmur di Desa Sukodadi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, pada Jumat (21/11/2025).
Kepala Cabang Bank BRI Kendal, Adi Nugroho, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Ia menegaskan, keberadaan mesin perajang tembakau diharapkan dapat mempercepat proses pascapanen serta menjaga kualitas hasil panen agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Menurut Adi, BRI akan terus menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan petani di lapangan. “Kami berharap mesin ini tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para anggota kelompok tani,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Dadi Makmur, Fatkhur Rohman, turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan BRI. Selama ini, proses perajangan tembakau masih dilakukan secara manual, sehingga memerlukan tenaga besar dan waktu yang panjang. Dengan keberadaan mesin tersebut, ia optimistis pengolahan tembakau dapat berlangsung lebih efisien dan konsisten.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di rumah kelompok tani setempat, disaksikan perangkat desa dan anggota kelompok tani. Suasana penuh antusiasme menyertai kegiatan tersebut, menandakan tingginya harapan para petani terhadap manfaat alat yang akan mereka gunakan.
Fatkhur menjelaskan, empat unit mesin perajang tembakau ini akan dimanfaatkan secara bersama sebagai bentuk penguatan kapasitas petani. Ia menyebut, mesin tersebut dapat menghasilkan rajangan yang lebih rapi dan seragam sehingga kualitas tembakau meningkat.
Lebih lanjut, Fatkhur mengungkapkan bahwa kelompok tani yang dipimpinnya memiliki 40 anggota dengan total lahan garapan sekitar 92 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 hektare ditanami tembakau, sementara sisanya digunakan untuk tanaman padi.
Ia menambahkan, hasil panen tembakau kerap dipengaruhi kondisi cuaca. Ketika curah hujan tinggi, kualitas panen cenderung menurun sehingga berdampak pada harga jual. “Harga tembakau sangat tergantung kualitasnya. Pada musim panen kemarin, rata-rata mencapai Rp50 ribu per kilogram,” pungkasnya.
Melalui program BRI Peduli, BRI berharap dukungan konkret seperti ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Kehadiran mesin perajang tembakau di Sukodadi menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan masyarakat dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Kendal.(*)





