Mahasiswa KKN UNDIP Desa Pesucen Hadirkan Bank Sampah

Pemalang1205 Dilihat

Pemalang, medianasional.id – Belum lama ini para Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 yang bertugas di Desa Pesucen Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, meluncurkan program bank sampah sebagai langkah nyata dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah, terorganisasi, dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat desa. Rabu (12/8/2026).

Koordinator Tim KKN UNDIP Desa Pesucen, Ilham Adhi Saputra menjelaskan, program yang diinisiasi oleh 10 mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan desa.

Kehadiran bank sampah yang didirikan harapanya tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi menjadi sistem pengelolaan sampah yang dapat terus berjalan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Lebih lanjut Ilham menuturkan, gagasan pendirian bank sampah lahir dari hasil pengamatan dan survei lapangan yang dilakukan para mahasiswa terhadap kondisi pengelolaan sampah di Desa Pesucen. Dari survei tersebut, mereka menemukan bahwa belum seluruhnya masyarakat memilah sampah, sehingga sampah organik dan anorganik masih tercampur. Kondisi ini menyebabkan proses pembakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak maksimal dan sampah terus menumpuk.

Ilham mengungkapkan, program bank sampah dirancang sebagai solusi terpadu untuk menjawab permasalahan tersebut.

“Kami melihat pengelolaan sampah di Desa Pesucen masih memerlukan perhatian lebih. Sampah yang tidak terkelola dengan baik, tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan, terkait itu, mereka berinisiasi membuat bank sampah sebagai wadah bagi masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Selain membantu mengurangi volume sampah ke TPA, program tersebut juga memberikan nilai ekonomi bagi warga karena sampah anorganik yang terkumpul dapat dijual ke pengepul,” paparnya.

Dalam proses perencanaan, seperti dikemukakan Ilham, mahasiswa melakukan penjaringan mitra kerja dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengepul sampah. Menurutnya, peran BUMDes sangat strategis karena diharapkan dapat menjadi pengelola utama bank sampah setelah program KKN berakhir.

“Mekanisme pengelolaan disusun secara menyeluruh, mencakup penentuan pihak pengelola, waktu operasional, lokasi pengumpulan, sistem distribusi, penentuan harga, hingga sistem pembagian keuntungan,” pungkas Ilham.

PJ. Kepala Desa Pesucen, Sunarto Prayoga mengatakan, Pendirian bank sampah yang di komandoi oleh para mahasiswa KKN Undip Semarang, setidaknya bisa mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir. Terkait itu pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para mahasiswa KKN Undip yang sudah mempelopori berdirinya bank sampah dan bekerja sama dengan BUMDes Mekar Suci Desa Pesucen.

Menurut Sunarto, sosialisasi sudah dilakukan lewat pengajian-pengajian dan pertemuan RT dan RW, juga ketika Ia berkumpul dengan masyarakat dan sudah menyampaikan bahwa di Desa Pesucen sekarang sudah ada bank sampah kemudian mengajak warganya untuk memilah sampah yang bernilai ekonomis untuk selanjutnya ditabung atau dijual di bank sampah.

Sementara itu, Pengelola bank sampah yang juga pengurus BUMDes Desa Pesucen, Jabidin menyampaikan apresiasi juga mendukung adanya bank sampah yang dipelopori mahasiswa KKN Undip.

“Karena memang hampir semua desa mengeluhkan tentang pengelolaan sampah, artinya dengan adanya bank sampah saya apresiasi dan dukung sepenuhnya, yang terpenting adalah semangat mereka,” ungkapnya.

Adapun bentuk kerjasama yang dilakukannya adalah dengan melakukan sosialisasi baik melalui media sosial atau di kegiatan masyarakat lainnya sehingga mereka benar-benar mau mencoba memilah sampah.

Selain itu, sosialisasi juga Ia lakukan dengan menyambangi masing-masing Ketua RT dan mengajaknya untuk memanfaatkan bank sampah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses