M. Zaenudin Hadiri Panen Padi Varietas Situ Bagendit di Desa Kuripan

Batang374 Dilihat


Batang, medianasional.id
Anggota DPRD Kabupaten Batang dari Fraksi PDI Perjuangan M. Zaenudin, SH ketika berkunjung di wilayah desa binaanya diajak Gapoktan untuk menyaksikan panen padi varietas Situ Bagendit dilahan seluas 2000 meter.
Varietas tersebut kini sedang dikembangkan di beberapa wilayah di Kecamatan Subah diantaranya di persawahan Dukuh Karangsari, Desa Kuripan.

Hadir dalam panen padi percontohan Situ Bagendit, Anggota DPRD Kabupaten Batang M. Zaenudin, SH, Adi Susilo, Penyuluh Pertanian, dan para petani serta perwakilan gapoktan setempat Kamis, (14/04/2022).

Selaku Komandan Tempur di wilayah binaan M. Zaenudin terus turun ke grassroot untuk hadir ditengah para petani yang sedang panen padi jenis Situ Bagendit.

Aggota DPRD asli Desa Gumawang Kecamatan Pecalungan itu menuturkan, selaku Anggota DPRD akan memperjuangkan kaum petani, contoh misal saat ini, pengembangan varietas Situ Bagendit ini tergolong baru di wilayah ini.

Ini merupakan salah satu solusi dari para petani yang ingin menaikan nilai penghasilan petani, dengan menanam padi ini yang tahan dengan hama dan lebih cepat massa panenya.

Dengan cepat massa panen dan menghasilkan padi yang pulen diharapkan para petani bisa meraih keuntungan yang lebih dari nilai produksinya.

“Sistem budidaya untuk jenis padi varietas Situbagendit, diakui oleh petani tadi, ketika berdialog cukup mudah,” tutur Zaenudin.

Lebih lanjut, Zaenudin menjelaskan, persawahan ini merupakan salah satu demontration plot (Demplot) atau lahan percontohan padi Situ Bagendit.

“ Ini sebagai lahan percontohan, hasil panen kedua ini juga sama bagusnya dengan panen pertama, dari panen pertama telah digunakan untuk bibit. Selanjutnya, pada musim berikutnya petani sudah memiliki bibit sendiri, ” ungkap Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan.

Sementa itu, Sumadi selaku petani yang beralamat di RT 2 /RW 2 Dukuh Karangsari, Desa Kuripan, Kecamatan Subah Kabupaten Batang itu mengatakan, terkait dengan padi yang baru di panen yang menggunakan pupuk non-organik hasilnya lebih baik dan tahan terhadap hama.

Selaku petani, tidak hanya tanaman jenis padi saja, namun tanaman lainya pun kita menggunakan Eco farming, disamping hasil panen bagus dan lebih dapat menyuburkan lahan.

Kelebihan menggunakan pupuk non organik diantaranya seperti : masa tanam hingga panen lebih awal 15 hari dari jenis padi yang sama, dengan lahan seluas 2000 meter sebelum menggunakan pupuk non organik hasilnya 9 kuintal, namun setelah kita menggunakan pupuk non organik hasil panenya dengan lahan yang sama panenya mendapatkan 10 hingga 11 kuintal.

Apapun kendala yang dihadapi para petani adalah masalah pemasaran, karena beras Situ Bagendit ini harga berasnya lebih mahal, mengingat padinya ditanam tidak menggunakan pupuk kimia dan nasinya pulen.

Disamping pemasaran, kami juga terkendala mesin panen. Dengan adanya Anggota DPRD yang hadir secara langsung dan mendengar keluhannya petani, diharapkan bapak Zaenudin bisa memberikan solusi kepada para petani kedepannya, baik mengenai pemasaran beras maupun gabah situ bagendit, maupun solusi mesin panen padi.

#PujiLeksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses