Jakarta, MEDIANASIONAL.ID – Rudi Budijanto mengatakan niat baik merupakan alas dirinya ketika mengambil kebijakan serta keputusan dalam bekerja sebagai Lurah di Kebagusan Pasar Minggu.
Bahwa Rudi juga menepis tudingan dirinya tidak melakukan kebijakan WFH-WFO di kantornya, tentang arogansinya, serta menjelaskan penyelarasan dirinya adalah mataharinya Kebagusan.
Pada hari Selasa, 12 September 2022 di kantornya, Rudi Budijanto menegaskan, bahwa semua kebijakanya merupakan niat baik semata.
“Intinya adalah niat baik saya dalam menjalankan tugas dalam organisasi. Ketika kebijakan itu tidak membuat nyaman seseorang, tentu akan berdampak pada penilaian negatif serta menyudutkan saya, “kata Rudi.
Kata Rudi lagi,”Terkait kebijakan kerja dari rumah, tentu kita laksanakan sesuai kebutuhan. Semua dapat dibuktikan dengan data faktual yang juga saya laporkan kepada atasan saya, “ujarnya.
Ia juga menjelaskan pengertian dirinya matahari Kebagusan merupakan analogi dalam posisi sebagai lurah yang sewajarnya melakukan kewenangan untuk kebaikan organisasi dengan melakukan tindakan penilaian, kajian, dan mengambil kebijakan untuk kepentingan semua unsur yang ada di kantor Kelurahan Kebagusan.
Mantan Lurah Rawa Jati ini pun mengungkapkan, jika kinerjanya dinilai dan akan dievaluasi oleh atasan. “Tidak apa-apa jika ada pihak yang menyudutkan saya. Namun kembali saya tegaskan, bahwa semua adalah niat baik untuk kepentingan bersama, bukan demi kepentingan saya atau individu yang ada disini, “pungkas Rudi Budijanto.






