KENDAL– MEDIANASIONAL.ID-Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal menegaskan pentingnya membedakan sekolah atau madrasah yang secara kelembagaan merupakan milik NU dengan lembaga pendidikan yang dikelola yayasan milik warga NU. Penegasan ini disampaikan untuk memperjelas mekanisme tata kelola serta kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan identitas NU.
Hal tersebut disampaikan Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kendal, H. Ahmad Khoiron, di acara Workshop dan Pembinaan tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sekolah/Madrasah LP Ma’arif NU di MWC NU Rowosari, Kamis (17/9/2026). Menurutnya, sekolah atau madrasah yang berada di bawah pengelolaan LP Ma’arif NU memiliki keterikatan kelembagaan dengan organisasi NU melalui Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (BP3MNU).
Perbedaan Pengelolaan
Ahmad Khoiron menjelaskan, perbedaan utama terletak pada pihak yang menjadi pengelola lembaga pendidikan. Sekolah yang secara kelembagaan berada di bawah NU dikelola melalui struktur LP Ma’arif, sedangkan sekolah yang pemiliknya merupakan warga NU tetapi didirikan dan dikelola yayasan berada dalam kewenangan yayasan tersebut.
“Perbedaannya di pengelolanya. Ada sekolah punya NU dan ada sekolah yang pemiliknya orang NU. Sekolah atau madrasah yang berada di bawah pengelolaan LP Ma’arif itu pasti merupakan kepunyaan NU, bukan kepunyaan yayasan lokal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan lembaga pendidikan yang berada di bawah LP Ma’arif NU mencakup berbagai aspek, termasuk penetapan kepala sekolah, guru, dan karyawan. Sementara lembaga pendidikan yang dimiliki warga NU dan dikelola yayasan mengikuti mekanisme yang berlaku di yayasan masing-masing.
“Yang punya NU dikelola LP Ma’arif, termasuk SK kepala sekolah, guru dan karyawan. Sedangkan sekolah yang punya warga NU dikelola yayasan yang bersangkutan,” jelas Ahmad Khoiron.
Dia mencontohkan, Kecamatan Rowosari memiliki sembilan sekolah dan madrasah yang berada dalam pengelolaan MWC NU Rowosari. Dalam struktur kelembagaan NU, pengelolaan pendidikan melalui BP3MNU. Karena itu, jabatan kepala sekolah atau madrasah yang berada di bawah Ma’arif NU juga mengikuti mekanisme organisasi.
“Kepala sekolah atau madrasah itu ditunjuk, bukan dipilih. Kalau ditunjuk, ketika MWC NU merasa perlu mengganti, maka pergantiannya dilakukan melalui mekanisme organisasi. Jadi atasannya kepala sekolah ya BP3MNU, itu,” ungkapnya.
Pengembangan Potensi Ekonomi Warga Nahdliyin Lewat Ketahanan Pangan
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU MWC NU Rowosari, Mahmud, mengatakan workshop tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi warga Nahdliyin. Program tersebut mencakup pengembangan ekonomi syariah, UMKM, kesejahteraan finansial warga, serta penyusunan program kerja perekonomian umat yang selaras dengan kebijakan PCNU Kabupaten Kendal dan Tanfidziyah MWC NU Rowosari.
Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menggandeng Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal untuk memberikan materi yang diharapkan, dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus pengembangan ekonomi warga Nahdliyin di Kecamatan Rowosari.
“Kami ingin menyusun program kerja perekonomian umat yang selaras dengan kebijakan PCNU di tingkat kabupaten serta jajaran Tanfidziyah MWC NU setempat,” kata Mahmud.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Rowosari Dorong Kemajuan Ekonomi
sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Rowosari, Luqman Zakaria, memberikan apresiasi kepada para pengurus yang turut membangun dan mengembangkan pendidikan Ma’arif NU. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat silaturahmi sekaligus memberikan manfaat bagi penguatan ketahanan pangan dan perekonomian warga.
“Mari bersama ta’aruf dan silaturahmi untuk keberkahan bersama,” ujarnya.
Luqman menambahkan, MWC NU Rowosari melalui Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdhatul Ulama (LPPNU) mendorong kemajuan perekonomian umat melalui sektor pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan warga Nahdliyin yang menjadi bagian dari program Rapat Kerja (Raker) MWC NU Rowosari.(#)




