Longsor Susulan Putus Jalan Cilibur–Bumiayu, Gedung SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Ambruk

Brebes, Jawa Tengah960 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Tanah longsor susulan kembali terjadi di wilayah Dukuh Krajan RT 01/01, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Longsor yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut menyebabkan akses jalan poros kabupaten yang menghubungkan Cilibur–Bumiayu terputus total.

Tidak hanya menutup badan jalan, material longsoran juga menyeret salah satu bangunan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan hingga mengalami kerusakan berat dan ambruk ke jurang.

Berdasarkan informasi di lokasi, hujan mulai mengguyur wilayah Desa Cilibur sejak sekitar pukul 04.30 WIB hingga pukul 08.30 WIB. Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah di tebing samping jalan menjadi labil hingga akhirnya terjadi longsor.

Warga setempat mengaku sempat mendengar suara gemuruh dari arah tebing sebelum longsoran terjadi. Tak lama kemudian, tanah dan bebatuan meluncur turun dari tebing dan membawa sebagian bangunan sekolah yang berada di dekat lokasi.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materiil cukup besar karena akses jalan utama antara Desa Cilibur dan Bumiayu kini tidak dapat dilalui kendaraan, sementara bangunan sekolah mengalami kerusakan parah.

SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan tercatat memiliki 108 siswa dengan 14 tenaga pengajar. Akibat kerusakan bangunan sekolah, untuk sementara kegiatan belajar mengajar direlokasi ke Gedung Muhammadiyah Cilibur agar proses pendidikan tetap berjalan.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, S.Pd., mengatakan pihak sekolah segera mengambil langkah darurat agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti.

“Kami sangat prihatin atas musibah ini, namun yang paling utama kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Untuk sementara proses belajar mengajar kami relokasikan ke Gedung Muhammadiyah Cilibur agar para siswa tetap bisa mengikuti pelajaran seperti biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, ST., MT., ketika dihubungi melalui WhatsApp mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan peninjauan lokasi.

“Saya sudah perintahkan Kepala UPT DPU wilayah Bumiayu untuk melakukan survei dan sekaligus asesmen di lokasi longsor,” jelas Dani.

Menurutnya, hasil survei tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lebih lanjut terhadap kerusakan jalan maupun penguatan tebing yang longsor.

Setelah kejadian, warga bersama perangkat desa segera melakukan pengecekan di lokasi serta mengamankan area sekitar untuk menghindari risiko longsor susulan. Peristiwa tersebut juga langsung dilaporkan kepada pihak terkait.

Pemerintah Desa Cilibur kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Brebes, Dinas PUPR, serta aparat TNI dan Polri untuk penanganan awal, termasuk rencana pembersihan material longsoran serta pemasangan pengaman sementara pada tebing yang rawan.

Selain itu, pemerintah setempat juga mengusulkan pembangunan talud atau bronjong permanen serta perbaikan sistem drainase di sepanjang tebing jalan guna mencegah longsor kembali terjadi.

Akibat kejadian ini, mobilitas masyarakat yang biasa melintasi jalur Cilibur–Bumiayu terganggu. Sementara kerusakan bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan juga berdampak pada aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi geografis Kecamatan Paguyangan yang berbukit serta curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu longsor susulan. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses