Lampung Negeri Beradat, Tak Elok Bila Ada Benturan Adat dengan Masyarakat 

Lampung302 Dilihat


Lampung, Medianasional.id – Pada pemberitaan Lampungposkota.co.id, salah satu tokoh memberikan pendapat terhadap perdamaian kasus Perobohan Papan Ucapan Selamat di Polres Lampung Timur oleh Ketua PPWI Wilson Lalengke. Namun Wilson telah meminta maaf kepada Polri dan tokoh adat Buway Beliyuk, Kabupaten Lampung Timur di Polres Lampung Timur, Senin (14/3/2022).

Williyus Prayietno menjelaskan bahwa walau sudah ada perdamaian dengan beberapa pihak tokoh adat di Kabupaten Lampung Timur. Wiliyus berharap hukum jangan tebang pilih, proses harus sampai pengadilan.

Demikian diutarakan Ketua Umum Lembaga Transformasi Hukum Indonesia Wiliyus Prayietno mengkaji peluang hukum Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke dan dua wartawan, Muhamad Indra (36) dan Sunarso (48) atas kasus pengrusakan papan bunga. dilansir lampungposkota.co.id Selasa 15 Maret 2022.

Kata Wiliyus Prayietno, “Pengadilan merupakan benteng untuk memperoleh keadilan bagi mereka sesuai azas keadilan hukum, persamaan semua orang dimuka pengadilan,” ujar Advokat yang juga mantan seorang jurnalis ini.

Di tempat berbeda menyimak ungkapan Wiliyus Prayietno tersebut, Salah satu Warga Lampung di Marga Ketibung Lampung Selatan turut memberi komentar.

Zainal Thohir adok Pengiran Mulan Ratu menilai bahwa perdamaian selayaknya dapat menuntaskan silang sengketa pada ranah adat, Ia menyesalkan atas kasus ini yang merambah ke ranah adat Lampung.

“Janganlah dibentur-benturkan adat dengan pihak manapun, akan runyam kehidupan berbangsa ini nanti. Kepada saudaraku orang Lampung, untuk ke depan coba berpikir lebih jernih lagi dalam berbagai hal, kita memang ada Pi’il pesanggiri, tetapi jangan dengan itu kita diperalat oleh kelalaian kita dalam memperjemahkan situasi dan keadaan yang ada sehingga unsur pertimbangan kita untuk bersikap belum sempurna untuk apa yang semestinya kita lakukan,” kata Zainal Thohir.

“Ini bicara pribadi seorang warga Lampung ya, bukan atas nama Tokoh,” kata Pengiran Mulan Ratu.

“Selaku masyarakat adat harus selalu Arif dan bijaksana menyikapi berbagai masalah tentunya kita berharap kepada semua pihak agar dapat menahan diri dan kita berharap segala sesuatu dapat diselesaikan secara adat mengedepankan musyawarah dan mufakat agar dapat tercipta suasana yang aman dan terkendali”, himbau Zainal Thohir. (Red/NA)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses