PEMALANG, medianasional.id – Fenomena sepinya kehadiran anggota legislatif kembali memicu sorotan publik. Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang tampak dihiasi puluhan kursi kosong saat menggelar sidang paripurna pada Senin (8/6/2026) lalu. Minimnya tingkat kehadiran ini memicu kritik tajam terkait komitmen dan fungsi pengawasan para wakil rakyat.
Padahal, agenda yang disidangkan tersebut bersifat krusial karena membahas sejumlah persoalan penting terkait jalannya roda pemerintahan serta menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan miris di mana deretan kursi wakil rakyat sudah terlihat melompong sejak awal hingga akhir pembahasan agenda sidang. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya sistem pengawasan internal serta rendahnya kedisiplinan dan tanggung jawab moral anggota dewan terhadap amanah yang mereka laksanakan.
Kehadiran fisik anggota dewan sejatinya bukan sekadar formalitas demi memenuhi kuorum persidangan. Lebih dari itu, kehadiran tersebut mencerminkan keseriusan parlemen dalam menyerap aspirasi dan merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), menghadiri rapat resmi merupakan kewajiban mutlak yang melekat pada jabatan.
Rendahnya atensi anggota dewan dalam forum resmi ini dikhawatirkan dapat mendegradasi kualitas pembahasan dan legalitas pengambilan keputusan. Oleh karena itu, publik mendesak adanya evaluasi total terhadap tingkat kehadiran legislatif agar rapat paripurna tidak hanya menjadi ritual formalitas belaka. Masyarakat Pemalang menuntut komitmen nyata dari para pejabat yang digaji oleh uang rakyat ini agar fungsi pengawasan berjalan optimal.
Ironisnya, usai rapat paripurna yang sepi peminat tersebut rampung, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pemalang diketahui langsung bertolak ke luar daerah untuk melaksanakan agenda kunjungan kerja (kunker).
Saat dikonfirmasi mengenai persoalan ini pada Rabu (10/6/2026), Sekretaris DPRD Kabupaten Pemalang, Mulyanto, enggan memberikan komentar panjang dan hanya menjawab singkat, “Takziah,”.




