
Labuha, medianasional.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas (KPU-MF) Universitas Khairun Ternate, Risman Sapsuha dinilai pilih kasih dan tidak Independen dalam mengawal demokrasi mahasiswa. Hal ini didesak agar netral dan Independen oleh berbagai organisasi masyarakat ilmiah, Kamis (19/3/2020).
Pasalnya, dalam Demokrasi kampus Universitas Khairun Ternate, dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unkhair oleh KPU-MF diduga kuat tidak sesuai mekanisme dan tata tertib dari ikatan keluarga mahasiswa.
Ketua Rayon PMII Jainal Adaran, yang juga merupakan Mahasiswa Fakultas ilmu budaya, menuturkan bahwa ada terdapat 2 pasangan bakal calon namun pihak KPU-MF dinilai tidak netral dan menolak berkas dari Pasangan Solehudin dan Nurul Inayah Basarun.
“Kami menolak hasil penetapan satu paket bakal calon tersebut karena KPU-MF awalnya telah seting skenario untuk lakukan aklamasi menangkan Pasangan calon Asyudin La Masih dan Halla Komdan, paket yang tidak diterimah berkasnya yaitu Solehudin dan Nurul Inayah Basarun, atas dalil KPU-MF bahwa telah tutup Pendaftaran” Ucap Enal sapaan akrab Jainal kepada media ini Kamis 19/3/2020.
Diketahui kandidat yng tidak diterima berkasnya untuk mendaftar Solehudin Usman – Nurul Inaya Basarun dan Widia – Windi Muhlis.
Dikatakan, Padahal waktu penerimaan berkas itu mulai Tanggal 10 Maret s/d 15 Maret hal ini dipersulitkan oleh KPU-MF dan masa waktu penutupan telah dilakukan penetapan bahwa hanya terdapat satu pasang calon yang ditetapkan lulus berkasnya.
Ia bahkan menduga KPU-MF main serong terhadap pasangan calon yang sengaja di loloskan, tetapi pasangan yang satunya lagi tidak diloloskan.
“Mewakili rekan-rekan Mahasiswa menolak penetapan KPU-MF yang tidak becus dalam mengawal demokrasi Kampus, dan desak kepada Risman Sapsuha agar Independen dan netral, sekaligus menerima masukan kami meninjau kembali putusan tersebut dan berikan waktu sesuai jadwal yang ditentukan,” Pungkasnya. Enal (red).
