
Medianasional.id
Jayapura – Ribuan mahasiswa dan masyarakat yang berada di kota Jayapura melaksanakan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan tujuan menolak daerah otonomi baru dengan Pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Papua Barat Daya, Selasa (8/3/2022).
Hal ini terlihat jelas berdasarkan sejumlah video yang beredar saat ini, dimana ribuan masa aksi baik dari Mahasiswa BEM UNCEN dan masyarakat gunung turun kejalan hingga mengakibatkan arus lalulintas tersentak mati dan lumpuh total di Jayapura. Disebakan karena titik masa aksi berada di sejumlah tempat, diantaranya wilayah ucen Atas, Putara Taxi Waena, Expo, Pos 7, ucen bawah, Lingkaran, Stikom Muhammadiyah, Taman Imbi, Dok 9.

Selain itu, aksi dengan berjalan kaki itu dimulai dari ucen atas, p3 putaran Taxi, Expo, Pos 7 Sentani, Ucen Atas, Lingkaran Abe, Stikom Muhamadiyah Jayapura, taman nimbi, Dok 9, uniyap menuju Kantor DPRP Provinsi Papua Jayapura, Jl.Dr Sam Ratulangi, Guranesi, Jaya Pura Utara, Kota Jayapura Papua, 99351.
Sementara aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat ini, berdasarkan penelusuran dan infromasi yang diterima media ini, aksi berdasar pada undang undang no 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan berpendapat di muka umum. Kami Mahasiswa dan Masyarakat Papua Menolak Daerah Otonomi Baru DOB atau disingkat (KMBRPMDOB) Papua, melaksanakan aksi tersebut untuk memberitahukan kepada dewan perwakilan rakyat Papua DPRP perihal penolakan Pemekaran Papua Tengah dan Papua Barat Daya yang di pelopori oleh Pemerintah Pusat.
Mahasiswa dan masyarakat dalam aksi itu, tidak menginginkan adanya perpecahan wilayah, namun elit politik baik dari pemerintah daerah hingga ke pemerintah pusat berkeinginan untuk mengontrol dan mengawasi daerah tersebut. Sementara kemiskinan masih merajalela di wilayah Papua.
Aksi ini bahkan memiliki harapan besar kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar menerima aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat saat ini.
Sekedar diketahui, akibat diduga tidak ada sosialisasi atas pemekaran tersebut. aksi yang berjalan kurang lebih satu jam itu telah terjadi bentrokan antara Mahasiswa dan Masyarakat, hingga berita ini di publis suasana belum kondusif.






