KKN Undip Buat Peta Tata Guna Lahan Desa Wonotunggal

Batang3963 Dilihat

Batang, medianasional.id
Sebuah inisiatif yang signifikan dilakukan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Oseanografi, “Barriel Jimly Al Ariefanzah” dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini bertajuk “Pembuatan Peta Tata Guna Lahan” yang bertujuan untuk memberikan panduan bagi perangkat desa dalam memanfaatkan lahan dengan lebih tepat di Desa Wonotunggal, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.

Barriel Jimly mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas wilayah, di mana tata guna lahan memegang peranan vital dalam menentukan arah perkembangan suatu desa.

” Kami aktif bekerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat dalam merancang dan mengimplementasikan program ini,” jelasnya Senin, (13/08/2023).

Dalam kegiatan pembuatan peta tata guna lahan, mahasiswa Oseanografi menggunakan metode analisis spasial dan teknologi pemetaan modern. Mereka menggabungkan data geografis, informasi topografi, dan faktor-faktor lingkungan yang relevan untuk menghasilkan peta yang komprehensif dan informatif.

Lebih lanjut, Barriel menjelaskan, proses ini melibatkan pengumpulan data, serta analisis menyeluruh. Peta yang dihasilkan bukan hanya sekadar representasi visual, tetapi juga menjadi panduan berharga bagi perangkat desa dalam mengambil keputusan terkait penggunaan lahan.

Dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, peta ini memberikan rekomendasi tentang area yang cocok untuk pertanian, pemukiman, konservasi, dan pengembangan infrastruktur. Ini memberikan dasar bagi Desa Wonotunggal untuk merencanakan pembangunan yang berkelanjutan dan terarah.

” Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat, kegiatan ini menciptakan dampak yang positif,” ungkapnya.

Lanjut, Barriel mengatakan, bahwa Desa Wonotunggal kini memiliki panduan yang jelas tentang pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan mendukung perkembangan wilayah.

Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu geospatial dan kerja sama dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat lokal.

” Kegiatan KKN ini telah menjadi tonggak penting dalam mengarahkan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, mendorong pemanfaatan lahan yang tepat sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses