Kisah Safia dan Anaknya Berusia Dua Bulan Saat Gempa 7,2 Guncang Halsel

Maluku Utara583 Dilihat
Safia dan anaknya saat berada di tenda pengungsian

Labuha, medianasional.id – Peristiwa gempa bumi yang mengenaskan dengan kekuatan 7,2 Magnitudo telah terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan pada tanggal 14 Juli 2019 lalu, mengisahkan sebuah catatan sejarah hidup yang tidak akan di lupakan bagi warga yang mengalami, Senin (22/7/2019).

Rintihan tangisan dan ketakutan atas runtuhnya bangunan rumah, hingga membuat warga pasrah akan hidupnya dalam tenda yang hanya seadanya dimiliki saat berada di hutan.

Dalam tenda pengungsian yang berukuran 2X3 beratap daun itu, tepatnya di desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur selatan. Diceritakan seorang ibu tentang kisah saat bersama anaknya yang berusia dua bulan, selamat dari runtuhan bangunan rumah yang di tinggalinya.

Bai cantik berkulit putih berusia dua bulan insial K anak dari pasangan suami istri La Alingku dan Safia.

Safia (35) mengisahkan dirinya bersama anaknya saat selamat dari runtuhan bangunan rumah tanpa ada bantuan dari siapapun pada saat itu, guncangan melanda Halsel.

“Waktu kejadian saya sedang menyusui anak di ruang tengah, namun begitu gempa terjadi tidak sempat lari. Karena terlalu kencang guncangan itu, saya sempat panik namun mencoba menenangkan diri karena sedang menggedong anak, agar tidak jatuh sehingga memilih jongkok dan memeluk anak saya,” ungkap safia dengan meneteskan air mata.

Pada saat melihat bangunan rumah yang suda ambruk, safia hanya bisa pasrah dan berserah diri kepada Allah. Sementara dalam waktu yang singkat, bangunan rumah ambruk safia dan anaknya berada di sela-sela atap rumah, dirinya melihat ada lubang hingga perlahan lahan Ia merayap keluar mengikuti tiang penyangga atap rumah untuk keluar menyelamatkan diri bersama anaknya.

Bagi safia peristiwa itu adalah interfensi sang pencipta untuk kita bisa menyadarkan diri, karena saat dinding rumah ambur dirinya sempat melihat arah dinding itu mengarah kepada mereka, namun tiba-tiba jatuh ke tempat lain.

“saya sempat melihat dinding rumah jatuh mengarah padanya dan anaknya, tapi tiba-tiba dinding itu berbalik dan jatuh ke tempat lain, sementara anak saya hanya tersenyum, itulah yang membuat saya kuat sampai selamat, saya heran”, uangkap safia sambil menggenggam erat anaknya.

Sementara, waktu kejadin suaminya tidak berada di tempat dan kondisi rumah hanya kakaknya safia dan anaknya, saat kejadian kakaknya safia lebih dulu keluar sambil memanggil safia dan anaknya agar keluar dari rumah. Namun kondisi rumah sudah mulai ambruk ahirnya safia dan anaknya tidak dapat di amankan keluar oleh kakanya safia.

Dari kejadian ini kakaknya safia mengalami luka sobek di kepala dan safia mengalami luka di bagian lutut, sementara bai cantik berusia dua bulan itu, tidak tersentuh apapun dari bangunan rumah atau surga kecil mereka yang telah ambruk.

Safrin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses