
Lampung Barat, Medianasional.id– Benderang Negeri atau lebih akrab disebut “Malaman Pitu Likukh” adalah sebuah tradisi turun temurun dan masih lestari hingga kini. Malaman Pitu Likukh adalah kegembiraan dalam rangka menyambut malam 27 Ramadhan, yang diyakini masyarakat Lampung Barat khususnya di kecamatan Batu Brak, Belalau dan Balik Bukit sebagai malam turunnya Lailatul Qadar [dari 10 malam terakhir].
Malam ini diisi dengan kegembiraan anak-anak bermain dihalaman rumah masing-masing dengan membawa obor dan juga membakar “undom” batok kelapa yang sudah kering yang terlebih dahulu di bolong ditengah-tengahnya, disusun sedemikian rupa di kayu / batang kopi yang ditancapkan di tanah.
Tanggal 26 Ramadhannya sudah menjadi jadwal rutin untuk bersama-sama membersihkan kuburan/pemakaman keluarga masing-masing keluarga dan pada saat inilah disempatkan mengambil bambu untuk obor yang akan dibawa keliling-keliling kampung serta dipasang dihalaman rumah warga.
Adalah komunitas Masyarakat Adat Kepaksian Pernong Lampung, yang sampai saat ini masih menjaga tradisi Benderang Negeri setiap tahun, tradisi yang dua tahun terakhir tidak diadakan karena Pandemi Covid-19, yang menuntut semua perhelatan ditiadakan, tahun ini acara tersebut kembali di gelar seperti juga halnya acara Malaman Pitu Likukh sebelunya.
Antusias dalam menyambut acara “Benderang Negeri” tahun ini disambut masyarakat Adat Kepaksian Pernong dengan rasa suka cita dan penuh rasa syukur, terlihat dari ramainya masyarakat berkumpul di Istana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong Lampung di Pekon Balak. Kamis (28/04/2022).
Dalam acara “Bedekhang Negeri” Nampak terlihat berabaur dengan masyarakat, kerabat dekat Gedung Dalom Kepaksian Pernong seperti, Raja-Raja Jukkuan Kepaksian Pernong, Raja Kappung Batin, Para Hulubalang Paksi, Ketua dan Anggota Sekeretariat Gedung Dalom, Peratin Pekon Balak dan jajaran Aparatur Pekon.
Benderang Negeri tahun 2022, bertepatan malam 27 Ramadhan 1443 H, di Gedung Dalom istana Kerajaan Adat Kepaksian Pernong itu, dibuka secara resmi oleh Ketua Sekeretariat Gedung Dalom, Edwar Abdulloh Spd. MM. Dalam sambutannya mengatakan bahwa, Benerang Negeri ( malaman pitu likukh-red ) setelah 2 tahun di tiadakan karena Pandemi Covid-19 akhirnya pada tahun ini bisa digelar kembali.
“Alhamdulillah tak henti-hentinya kita selalu memanjatkan puji serta syukur kita, kepada Alloh SWT, karena malam ini tidak terasa sampai di malam ke 27 Ramadhan 1443 H, malam ini juga kita kembali menghidupkan tradisi lama, tradisi turun temurun di Bumi Sekala Bekhak yaitu “Benerang Negeri” manfaatkan momentum ini untuk kita selalu menjaga silaturahmi, menjaga dan terus melestarikan budaya kita, tradisi kita, sebagai masayarakat yang ber’adat”, ujarnya.
Momentum Benerang Negeri tahun ini tidak hanya dirayakan masyarakat Bumi Sekala Bekhak saja, namun ada beberapa komunitas luar daerah, bahkan beberapa mahasiswa yang datang langsung untuk menikmati dan merasakan langsung acara Benerang Negeri di Bumi Sekala Bekhak, perayaan yang diadakan satu tahun sekali itu.
Anto, salah satu mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ketika di temui mengatakan rasa kagum yang luar biasa bahwa di Era Moderenisasi seperti sekarang ini, budaya seperti ini (Benerang Negeri-Red) masih ada, dan masih terjaga kelestarian sampai saat ini.
“Saya kagum sekaligus bangga, bahwa malam ini saya bisa merasakan langsung acara seperti ini, saya selama ini hanya mengetahui acara Benerang Negeri atau Malaman Pitu Likukh di Bumi Sekala bekhak Lampung Barat, dari cerita dan membaca beberapa artikel budaya khususnya di daerah Lampung Barat. Tapi saat ini saya berada di tengah-tengah masyarakat dan bersama mereka saya juga bisa merasakan kegembiraan yang mereka rasakan, terus terang setelah mengikuti dan ikut serta, saya hanya bisa ber’ucap Alhamdulillah dan luar biasa”, imbuhnya.
Acara Benerang Negeri malam 27 Ramadhan tahun 2022 yang dimulai pukul 19.30 WIB, diakhiri dengan foto bersama. (Aguzt)






