Kampar, medianasional.id – Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, H. Nurzafri, S.E, M.M, secara resmi dinobatkan sebagai salah seorang keluarga besar Anak Kemenakan Persukuan Domo Kenegerian Kampa di kediaman Pucuk Adat Datuk Tumenggung Kenegerian Kampa, Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dalam helat acara Halal Bihalal Persukuan Domo. Kamis, (14/7/22).
Acara tersebut tampak dihadiri oleh Gubernur Riau yang diwakili Staf Ahli, Yurnalis M.Si, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Repol SAg, Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Udin Domo, Camat Kampa, Dedi, Kapolsek Tambang, para Kepala Desa se- Kecamatan Kampa, para Datuk dari Kenegerian Lima Koto, Gunung Sahilan, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Panitia Acara Halal Bi Halal Pasukuan Domo Kenegerian Kampa, Syamsul Hidayat, dan Pemangku Adat bersama tamu undangan lainnya.
Dalam acara Halal Bi Halal Pasukuan Domo Kenegerian Kampa di Desa Pulau Birandang Kec. Kampa tersebut, H. Nurzafri, SE. MM, resmi jadi Anak Kemenakan Pasukuan Domo Pucuk Adat Kenegerian Kampa Datuok Tumenggung dan Masyarakat sambut meriah H. Nurzafri, SE. MM beserta keluarga besarnya.
Penobatan ini tentu merupakan sebuah kehormatan, bahwa keluarga besar Pesukuan Domo dengan tangan terbuka menerima Anggota DPRD Provinsi Riau dari Dapil Kampar tersebut menjadi salah seorang keluarga besar mereka. Apalagi selama ini Ocu Nurzafri Topek Du, demikan ia akrab disapa di kalangan masyarakat Kampar sudah tak asing lagi di Negeri Serambi Mekkah tersebut.
”Saya mempunyai tanggungjawab moril terhadap negeri dan kampung saya yang baru ini, karena sebelum ini banyak pembangunan dari Provinsi yang kita bawa ke Kabupaten Kampar. Apalagi dengan telah resminya kami bersama keluarga menjadi bagaian dari anak Kemenakan Datuok Tumenggung, tentu tanggungjawab itu semakin melekat,” kata Nurzafri.
Selanjutnya pada kesempatan itu, Nurzafri saat menyampaikan kata sambutannya memangggil seluruh anggota keluarganya untuk mendampingi sekaligus memperkenalkan kepada anak kemenakan Pesukuan Domo. ”Ini Istri saya boru Batubara, asal dari Sumatera Utara. Orang tuanya juga campuran Melayu Deli, anak kami ada lima orang, yang dua saat ini sedang menyelesaikan studinya di Pulau Jawa,” ungkapnya sambil memperkenalkan tiga orang anaknya yang lain.
Sementara itu, Pucuk Adat Kenegerian Kampa, Samsiwir Datuk Tumenggung menyambut baik kehadiran anak kemenakan yang baru di pasukuan domo tersebut. Sehingga diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif untuk membimbing anak kemenakan dalam rangka mempererat tali hubungan silaturrahmi.
”Mudah – mudahan kedepan kita bertekad bisa mengumpulkan anak kemenakan dan orangtua kami yang ada di pesukuan domo ini untuk masa yang akan datang dengan acara yang lebih besar lagi,” ungkap Datuk Berazam.
Ketua Lembaga Adat (LAK) Kabupaten Kampar yang juga selaku Sekda Kampar, H. Yusri M.S.i, yang hadir saat itu menyampaikan nasehat kepada seluruh anak kemenakan dan seluruh suku yang hadir di Kampar selalu berpegang kepada adat istiadat yang memang terkenal kental di Kabupaten Kampar ini.
”Saya menyambut baik acara Halal Bihalal ini, kapan perlu persukuan lain juga membuat hal serupa, sebab juga dianjurkan dalam agama kita mempererat tali silaturrahmi,” ucap Datuk Yusri.
Lebih lanjut, Datuk Yusri juga menekankan kepada semua masyarakat adat di Kampar tentang kawin sasuku yang sangat dilarang keras dalam adat istiadat Kabupaten Kampar agar ini dipegang kuat – kuat dan di hindari.
”Jangan sampai ada anak kemenakan kita melakukan kawin sesuku , karena ini zolim namanya. Itulah gunanya kita hadir, kita mengikuti pertemuan halal bihalal seperti ini supaya tahu mana anak, mana saudara, mana kemenakan,” imbuh Datuk Yusri.
Terakhir Datuk Yusri mengucapkan selamat kepada Nurzafri dan keluarga yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar anak kemenakan pesukuan domo, dan tentunya menjadi bagian dari masyarakat Kampar.
”Maka kita tak boleh lepas dari “Tali Tigo Sajoangan itu. Disitu ada adat, ulama dan pemerintah, kita saling bersinerji, sebab kalau hanya dua tentu dia akan jatuh, apalagi satu. Maka ketiga ini harus seiringan biar kuat dan kokoh,” tutup Datuk Yusri. (Rilis / Robinson Tambunan).






