Pesisir Barat, medianasional.id – Ketua Tim Pemberdayaan-Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Septi Istiqlal membuka kegiatan Sosialisasi Lingkungan Hidup Tahun 2023, di Sekretariat TP-PKK Pesibar, Kamis (9/11/2023).
Turut serta dalam kegiatan Ketua I TP-PKK Pesibar, Yulnawati Zulqoini, Ketua II TP-PKK Pesibar, L. Liastuti Jon Edwar, S.Pd., MM, Plt. Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP), Suwarti, SH, MM, narasumber dari Departemen Lingkungan Hidup (DLH) dan peserta sosialisasi anggota TP-PKK tingkat kecamatan, pekon, dan kabupaten.
Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Septi Istiqlal mengatakan, tanpa disadari aktivitas yang dilakukan setiap hari menghasilkan sampah.
“Dalam kehidupan sehari-hari, jumlah sampah terbesar disumbangkan oleh kegiatan industri. Hampir semua produk industri akan menghasilkan sampah dalam prosesnya, namun hal ini tidak diimbangi dengan upaya untuk mengurangi jumlah sampah tersebut,” ujar Ketua TP-PKK, Septi Istiqlal.
Menurut Ketua TP-PKK Septi Istiqlal, saat ini pengelolaan sampah yang ada adalah dengan teknik pembakaran karena dinilai cepat dan tidak merepotkan.
“Sebaliknya, sampah yang dibakar akan menimbulkan gas-gas berbahaya yang menguap ke luar angkasa, meningkatkan suhu bumi dan mempercepat pemanasan global,” jelas Ketua TP-PKK Septi Istiqlal.
Oleh karena itu, lanjut Ketua TP-PKK Septi, sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan mengajak semua pihak untuk bekerja sama, bergerak bersama, dan belajar bersama dalam upaya menurunkan angka stunting di Pesibar.
“Perlu dipahami bahwa mulai dari sampah hingga penanganannya dengan cara dibakar akan berdampak buruk bagi kesehatan kita, khususnya anak-anak generasi penerus bangsa,” tegas Ketua TP-PKK Septi.
Ketua TP-PKK Septi juga menghimbau para peserta untuk dapat mengikuti sosialisasi dengan baik agar dapat belajar sebanyak-banyaknya dari penjelasan yang diberikan oleh narasumber.
“Saya berharap sosialisasi ini dapat diterapkan di lingkungan dan lebih kreatif dalam membuat alat-alat dari barang bekas yang tentunya memiliki nilai ekonomi bagi peserta sosialisasi,” tandasnya.






