Di
Tempat
Perihal: Hak jawab
Hak jawab terkait informasi Kamis 07 September 2017, dengan judul Kepala desa Sipungguk Kecamatan Salo, di duga Meraup keuntungan besar dari ADD.
Oleh: Abu Bakar SE. (Kepala desa Sipungguk)
Membaca dan menanggapi berita yang di lansir Portal Berita gemademokrasinews.com. Kamis, 07 September 2017, dengan judul “Kepala desa Sipungguk Kecamtan Salo, diduga meraup keuntungan besar dari ADD”, Abu Bakar SE. Kepala desa Sipungguk, Kecamatan Salo, menyampaikan bantahannya kepada Kru Medinas di Stanum Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, usai mengantar istri tercintanya di acara PKK Kabupaten Kampar.
Sangatlah mengejutkan bagi Kami masyarakat serta pihak perangkat desa Sipungguk, Kecamatan Salo. Sebab sebelumnya tidak ada proses verifikasi data, bahkan konfirmasi terkait informasi yang telah beredar itu.
Hal ini pula yang membingungkan bagi kami, karena kami tidak memiliki banyak kata untuk menyanggah informasi tidak benar tersebut. Saat ini informasi hasil liputan awak media yang saya tidak kenal, salah seorang peliput atau wartawan gemademokrasinews.com, begitu menganggu status dan hubungan sosial masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya desa Sipungguk yang menjadi pusat pengambilan informasi tersebut.
Padahal kita sama memahami, bahwa pers berperan penting untuk alat kontrol sosial dan sarana penyampaian gagasan yang membangun negeri. Bukan pemicu hadirnya masalah di masyarakat, terlebih pemberitaan oleh awak media yang tidak saya kenal berkaitan dengan unsur apa?
Yang perlu diketahui untuk pembangunan taman bacaan di desa Sipungguk tersebut, jadi masyarakat sudah bertanya sama saya bahwasannya konsen itu tidak dibeli. Maka dari itu kami sudah kordinasi dengan kepala MDA dan Ia meminta agar konsen itu dibeli sesuai dana RAB Pembangunan taman perpustakaan bacaan masyarakat desa Sipungguk.
Maka dari itu, saya selaku kepala desa Sipungguk sudah mengatasinya. Informasi yang saya dapat hari kamis yang lalu di salah satu media online gema
demokrasinews, saya pun tidak tahu siapa awak media yang naikkan beritanya dan tidak kenal dengan wartawan tersebut.
Saya selaku kepala desa Sipungguk langsung mengumpulkan masyarakat untuk musyawarah di masjid Annur. Selesai shalat Jum’at kami lansung mengadakan musyawarah. Dari hasil musyawarah kami tersebut seluruh komponen masyarakat, baik tokoh masyarakat, tokoh adat, RT, RW, kapala dusun, dan seluruh perangkat desa Sipungguk lainnya telah menyetujui.
Dana konsen yang seharusnya saya beli itu digunakan untuk bikin terali MDA. Karena MDA sering dikacau atau meja dan kursinya patah oleh orang- orang yang tidak bertanggung jawab.
Kami selaku pemerintahan desa Sipungguk tidak terima, berita yang dimasukkan oleh gema demokrasinews.com tersebut, karena tidak ada konfirmasi dengan kami langsung maupun melalui telepon seluler. Kami selaku pemerintahan desa Sipungguk telah dirugikan, dan diresahkan karena beritanya tidak berimbang.
Perlu diketahui, dana konsen itu yang telah kami hitung bersama orang konsen, karena kayunya kulim, itu dalam rancangan anggaran belanja (RAB) Rp 3.500.000. Cuma konsen itu yang bisa kami pakai untuk dana tersebut Rp 2.500.000, karena konsen pintu besar masuk dan pintu besar keluar pun sudah ada. Oleh sebab itu hanya konsen jendela yang ada, dan kami pun mencari ke tempat lain. Untuk pembuatan terali itu sudah kami hitung menelan biaya sebesar Rp 10 juta. Tapi kami selaku pemerintahan desa Sipungguk tidak mau nanti sumbangan kami tersebut di publikasikan.
Setelah kami musyawarah di masjid Annur bahwa yang menutup kekurangan itu adalah tanggung jawab dari pemerintahan desa. bukan dari dana desa atau pun ADD, tapi dari pribadi saya untuk mencari kekurangan pembuatan terali MDA tersebut.
Harapan saya kedepannya kepada rekan- rekan media/ pers, agar mencari kebenaran dan konfirmasi supaya beritanya berimbang. Dan kalau kami salah, kami siap untuk meluruskannya, jangan sesuka hati saja menaikan berita tanpa konfirmasi dengan orang yang bersangkutan”, tegasnya. (ROBINSON)