Lombok Barat, NTB — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I, secara resmi membuka kegiatan Pengembangan Keprofesian Guru MTsN 2 Lombok Barat pada Senin (22/6/2026). Workshop yang berlangsung di RM Sukmarasa ini mengusung tema inovatif, yakni “Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran”.
Kegiatan yang bersumber dari anggaran DIPA 2026 ini diikuti oleh 40 guru madrasah. Tujuannya adalah memperkuat empat kompetensi utama guru (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial) serta memenuhi syarat pengembangan diri minimal 30 Jam Pelajaran (JP) untuk sistem Simpatika (sertifikasi guru).
Dalam arahannya, H. Muliadi mengapresiasi keaktifan MTsN 2 Lobar yang selama ini selalu tampil responsif di media massa melalui berbagai prestasi. Ia menekankan pentingnya guru terus meng-update kemampuan diri dan memanfaatkan media sosial secara positif sebagai sarana belajar di era digital.
“Tanamkan rasa cinta kepada tugas kita. Jika kita mencintai tugas dan pengabdian ini, maka apa pun yang terjadi kita tidak akan merasa lelah. Jadikan tugas sebagai panggilan pengabdian, bukan beban,” tegas H. Muliadi.

Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang menggunakan sistem In-On (teori dan praktik langsung di kelas). Guru dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) melalui implementasi pola pembelajaran mendalam (deep learning) yang memuat tiga komponen utama:
Mindful Learning: Membangun kesadaran penuh antara guru dan siswa dalam proses transformasi keilmuan.
Meaningful Learning: Menghubungkan teori kognitif dengan realitas kehidupan. (Contoh: Siswa tidak hanya menghafal syarat wudu, melainkan langsung mempraktikkannya dalam ibadah harian).
Enjoyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang menggembirakan sehingga siswa mencintai guru sekaligus mata pelajarannya.

Tidak hanya unggul secara akademis, inovasi pembelajaran di MTsN 2 Lobar juga dikolaborasikan secara harmonis dengan lima pilar Panca Cinta, yaitu:
Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
Cinta ilmu pengetahuan
Cinta diri sendiri
Cinta sesama (Saling menghargai antarteman, menyayangi yang lebih muda, dan menghormati yang lebih tua).
Cinta tanah air (Diimplementasikan nyata lewat upacara bendera, kegiatan Pramuka, serta penguatan melalui berbagai ekstrakurikuler).
Workshop ini ditargetkan menghasilkan output konkret berupa portofolio, praktik mengajar, serta laporan refleksi dari para guru demi melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan berkarakter mulia di Lombok Barat.






