Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama Akhirnya Kuasai Lahan Jimmy

Kampar, Riau1593 Dilihat

Kampar, medianasional.id – Selama berhari -hari dihadang, di intimidasi, dan diusir oleh puluhan preman bayaran, Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama (KJB) akhirnya berhasil menguasai penuh lahan eks Kebun Jimmy di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Momentum ini menjadi titik balik perlawanan rakyat terhadap mafia sawit yang puluhan tahun mencengkeram 1.070 hektare lahan negara tersebut.

Langkah kelompok tani sebelumnya selalu diganggu oleh pihak yang diduga terkait dengan pemilik lama kebun, Jimmy, yang disebut menurunkan ibu – ibu, pekerja lama, hingga preman dari tiga desa untuk menghadang masuknya pengelola resmi Kerjasama Operasional (KSO) dengan PT Agrinas Palma Nusantara.

 

Namun upaya itu runtuh pada Kamis pagi 27 November 2025, ketika kelompok tani Kampar Jaya Bersama dengan pendampingan aparat, kembali memasuki lahan dan mempertahankan posisi mereka meski mendapat tekanan dari kelompok lawan.

“Alhamdulillah, hari ini kami resmi menguasai lahan yang selama ini dirampas. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi rakyat berdiri di tanahnya sendiri,” tegas Arul Kampai, juru bicara kelompok tani Kampar Jaya Bersama.

 

Selanjutnya situasi yang sempat memanas mereda setelah jajaran Polres Kampar mempertegas posisi hukum, bahwa lahan tersebut sudah disita negara dan diserahkan melalui KSO yang sah.

Kelompok preman yang sebelumnya berjaga dengan dugaan bayaran Rp. 1 juta per minggu akhirnya mundur dari lokasi, membuka jalan bagi kelompok tani melanjutkan perawatan kebun.

Kemudian Arul menyatakan, bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari intervensi tegas aparat.

“Kami mengapresiasi Kapolres Kampar beserta seluruh jajaran. Mereka hadir di tengah – tengah masyarakat untuk memastikan keamanan, dan menegakkan aturan. Tanpa polisi, mungkin kami masih dikejar – kejar preman,” ujarnya.

 

Alhamdulillah Lahan 1.070 Ha kembali ke Rakyat, dengan terkendalinya situasi di lapangan, kelompok tani kini memulai pekerjaan perawatan kebun, memetakan blok, serta menata kembali manajemen pekerja tanpa adanya pemecatan.

 

“Kami tidak akan mundur lagi, lahan ini sudah sah milik negara, dan negara telah mengembalikannya kepada rakyat. Tugas kami sekarang menjaga amanah itu,” ungkap Arul.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, Ahmad Yanis menegaskan, bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal penguasaan lahan.

“Ini soal martabat rakyat Kampar. Bertahun -tahun kami hanya menonton orang lain merampas tanah negara. Hari ini sejarah berubah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses