Tulang Bawang Barat – Akibat permainan kotor pihak Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.345.116, simpang PU, Tiyuh Candra mukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), selama ini sering terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Premium, Pertalite, Pertamax, hingga Solar, akibat kejahatan oknum pegawai SPBU setempat akhirnya tertangkap basah oleh wakil ketua l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tubaba, Yantoni dan masyarakat setempat.
Permainan kotor tersebut sudah berjalan sejak lama, dengan modus penjualan minyak secara liar oleh pihak manajemen SPBU dengan mengabaikan peraturan undang-undang Migas. Mereka nekat mengutamakan menjual minyak bersubsidi hingga ke luar kabupaten Tulang Bawang, Lampung Utara, dan Lampung Tengah, yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Hal itu dikatakan Waka I DPRD Tubaba Yantoni, saat di lokasi. Sebagai bentuk pertanggung jawaban, pihak Dewan Perwakilan Rakyat setempat atas kelangkaan minyak yang selama ini dikeluhkan masyarakat di wilayah Tubaba, pihaknya akan segera melakukuan kordinasi secara internal di tubuh DPRD guna menindak lanjuti apa yang diharapkan masyarakat selama ini.
”Saya pribadi sering ke SPBU Simpang PU untuk membeli BBM, namun baru Pukul 09:00 Wib BBM sudah habis semua, kebetulan tadi saya lewat dan melihat mobil Pick-up warna putih Nopol BE-9221-AX dari Kabupaten Tulang Bawang, sedang melakukan pengecoran minyak solar yang di subsidikan oleh Pemerintah. Sebenarnya, saya juga dapat memberikan toleransi ketika yang mereka cor itu adalah minyak pertalite”, tegas Yantoni kepada media.
Dikatakannya lebih jauh lagi, terkait kasus tersebut pihaknya juga telah berkoordinasi terhadap pihak Mapolsek Tulangbawang Tengah, untuk segera mengamankan barang bukti kendaran berikut pelaku pengecoran supaya dapat di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku jangan ada toleransi.
”Sejak saat ini DPRD akan melakukan pengawasan hingga instansi penegak hukum dapat melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut, pastinya DPRD akan segera melakukan pemanggilan namun itu akan kita bicaraan secara internal DPRD terkait langkah apa yang akan kita lakukan ke depan”, kata dia.
Sementara itu menurut pelaku pengecoran, Sapuan (72) warga Pangkalan Astra, Kabupaten Tulang Bawang, berkelit bahwa dirinya baru pertama kali melakukan pengecoran di SPBU setempat.
“Saat saya ngecor BBM tidak ada masalah dari pihak Manager SPBU, boleh-boleh saja, untuk Jumlah seluruh BBM yang saya cor 1.500 liter mas”, aku nya.
Sementara hingga berita ini dilangsirkan pihak Manager SPBU setempat Pajri Rahman, saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan.
“Kalau terkait pengecoran liar BBM bersubsidi yang dilakukan selama ini itu hak kami pihak SPBU, kami jual orang beli,” elaknya. (Der)







