Kades Batursari Mundur Setelah Tekanan Warga Terkait Dana Pembangunan Jalan

Brebes, Jawa Tengah1262 Dilihat

Brebes, medianasional.id | Kepala Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Judin, akhirnya memutuskan untuk mundur dari jabatannya setelah didesak ratusan warga desa yang tergabung dalam seluruh perdukuhan menggelar aksi damai di balai desa.Senin, (6/01/ 2025)

 

Aksi ini merupakan puncak dari ketidakpuasan warga yang sudah lama menunggu realisasi janji Kepala Desa. Sebelumnya, pada 17 November 2024, Kepala Desa Batursari, Judin, membuat pernyataan tertulis di atas materai, yang menyatakan bahwa jika ia tidak bisa mengembalikan dana yang diduga diselewengkan untuk pembangunan jalan desa paling lambat pada 31 Desember 2024, dirinya siap mengundurkan diri dari jabatan tersebut,”ungkap Koordinator aksi Urip Hartanto.

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, warga merasa tidak ada tanda-tanda bahwa janji tersebut akan dipenuhi. Menanggapi hal ini, mereka melakukan aksi damai pada Senin, 6 Januari 2025, yang melibatkan seluruh perwakilan perdukuhan di desa tersebut. 

 

Setelah negosiasi yang berlangsung cukup intens antara perwakilan warga dan Kepala Desa, yang disaksikan oleh Forkompimcam Sirampog, akhirnya Kepala Desa Judin mengumumkan keputusan untuk mundur dari jabatannya.

 

Dalam pernyataan resminya sebelum menandatangani surat pengunduran diri bermaterai, Judin meminta maaf kepada warga dan mengakui telah menggunakan sebagian dana desa.

 

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan ini. Saya berjanji akan mengembalikan dana tersebut,keputusan ini saya ambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap komitmen yang telah saya buat. Saya siap mengundurkan diri sesuai dengan apa yang telah saya janjikan,” ungkap Kades Judin setelah pertemuan tersebut.

 

Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, menurutnya, keputusan ini merupakan langkah yang harus diambil oleh Kades sebagai bentuk tanggung jawab. “Kami hanya ingin ada kejelasan dan transparansi, serta pemimpin yang bisa dipercaya. Apa yang kami tuntut bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan desa,” jelasnya.

 

Aksi ini, meskipun berakhir dengan keputusan yang diambil oleh Kepala Desa, tetap menunjukkan bahwa warga Desa Batursari sangat peduli terhadap transparansi dalam pengelolaan dana desa. Mereka berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan agar kepala desa selanjutnya lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses