JIKF 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM DIY, Komisi B DPRD: Harus Jadi Ikon Wisata Internasional

DI.Yogyakarta1452 Dilihat

Bantul,-medianasional.id – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu agenda wisata unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta. Digelar di kawasan Pantai Parangkusumo, Bantul, festival layang-layang bertaraf internasional ini tidak hanya menghadirkan atraksi spektakuler di langit selatan Yogyakarta, tetapi juga menjadi motor penggerak pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku UMKM.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mendapat sambutan luar biasa dari peserta maupun wisatawan. Antusiasme tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Peserta tidak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara. Hal ini membuktikan bahwa Jogja International Kite Festival semakin dikenal di tingkat internasional,” ujar Anang di sela kegiatan, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, JIKF tidak sekadar menjadi ajang kompetisi dan unjuk kreativitas seni layang-layang, melainkan juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan wisatawan turut menggerakkan sektor kuliner, perhotelan, transportasi, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anang berharap JIKF terus menjadi agenda tahunan berskala internasional yang memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya dan olahraga rekreasi. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, sponsor, serta masyarakat dinilai menjadi kunci agar festival ini semakin berkembang.

“Jogja International Kite Festival menjadi bukti bahwa olahraga dan seni layang-layang mampu menjadi media persahabatan, pelestarian budaya, sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.

 

Selama penyelenggaraan festival, langit Pantai Parangkusumo dipenuhi layang-layang dengan beragam bentuk, ukuran, dan warna yang diterbangkan peserta dari dalam maupun luar negeri. Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan wisatawan yang memadati kawasan pantai.

Sementara itu,Ketua  Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Andriana Wulandari memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan JIKF 2026. Menurutnya  festival ini memiliki nilai strategis dalam mempromosikan sektor pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta produk-produk UMKM Yogyakarta ke tingkat nasional maupun internasional.

“Atas nama Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata, panitia, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Jogja International Kite Festival 2026. Festival ini memiliki dampak ekonomi yang nyata melalui peningkatan aktivitas perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM,”ungkapnya.

Beliau juga  berharap, Jogja International Kite Festival terus dikembangkan sebagai ikon wisata internasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan setiap tahun. Dengan meningkatnya kunjungan wisata, manfaat ekonomi diharapkan semakin dirasakan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dampak ekonomi dari festival ini harus semakin dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, ekonomi kreatif, perhotelan, kuliner, dan sektor pariwisata. Dengan demikian, penyelenggaraan JIKF benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tutup Andriana Wulandari. (wid).

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses