KENDAL-medianasional.id – Tinggal menghitung hari jelang memasuki bulan puasa ramadhan, kelangkaan gas melon 3 kilo gram masih di rasakan masyarakat. Atas keadaan itu, Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi merasa keheranan.
“Waktu saya berkegiatan di masyarakat, semuanya mengeluhkan kesulitan membeli gas tiga kilogram,” katanya pada media beberapa hari lalu, (24/2).
Wabup Benny mengulangi keheranannya dengan kelangkaan gas yang masih terjadi. Padahal berdasarkan laporan dari Dinas Perdagangan Kendal, kuota bulan Februari ini ditambah sebesar 5 persen.
“Kalau kuotanya tambah, harusnya tidak ada kelangkaan,” ujarnya.
Wabup Benny menegaskan untuk mengatasi kelangkaan ini, pihaknya akan melakukan investigasi langsung, mulai dari SPBE, agen, pangkalan hingga ke masyarakat.
Dia akan mencari penyebab kelangkaan gas LPG 3 kilogram di masyarakat.
“Ini harus segera diatasi,” tegasnya.
Imron, warga Kaliwungu mengaku masih kesulitan mendapatkan gas 3 kilogram. Dia bahkan sampai berkeliling ke wilayah kecamatan sebelah untuk mencarinya.
“Kalaupun ada, kata pemilik warung, gas itu sudah ada yang punya. Jadi ngak boleh dibeli,” akunya, Jumat (28/2/25)
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo menjelaskan, untuk tahun 2025 kouta LPG 3 kilogram sekitar 10 ribu tabung.
Dalam penyaluran per bulannya tidak sama, namun untuk kuota di bulan Februari ada penambahan.
“Kuota dalam satu tahun itu sudah ditentukan, namun penyaluran per bulannya tidak sama,” katanya.
Toni mengaku, pihaknya sudah melakukan pengecekan kondisi gas 3 kilogram di beberapa pangkalan. Dari pengecekan di pangkalan, pasokan tetap lancar.
“Di pangkalan pasokan aman,” ujarnya.(*)






