Jaga Tradisi Budaya Lampung, Ini Bentuk Kekompakan Mulei Menganai Lampung Di Tubaba

TUBABA, Medianasional.id
Jalin keakrapan dan Silahturahmi antar sesama Muda-mudi, Solidaritas Keluarga Mulei (gadis) menganai (Bujang) Karta (Sikam Karta), dari Tiyuh Karta Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat Giatkan kembali kegiatan jaga Damar dan Lempar selendang.

Kegiatan yang melibatkan muda-mudi yang ada disuatu Tiyuh/Desa tersebut sudah menjadi bagian dari Acara Budaya Lampung.

Dikatakan Rozali, salah satu perwakilan Sikam Karta mengatakan, kegiatan jaga Damar ini adalah kegiatan yang ada di dalam rangkaian disuatu acara budaya Lampung.dimana muda-mudi dari berbagai Tiyuh berkumpul disuatu titik acara untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya sekaligus bersilaturahmi. ujarnya, Sabtu (21/19/2019) saat dihubungi melalui telpon cellulernya.

” Tradisi jaga Damar dan Lempar selendang ini Sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun sempat menghilang akibat perubahan jaman.untuk itu kami selaku Sikam Karta dari Tiyuh Karta, Kecamatan TBU, Kabupaten Tubaba beserta Tiyuh lainnya giatkan kembali agar tradisi ini tidak hilang,” tegas Adin Rozali, sapaan dalam adat Lampung.

Hal tersebut dibenarkan Zadra, salah satu menganai (Bujang) Sikam karta mengatakan. Jaga damar sendiri ialah kegiatan Perkempulan muda mudi disuatu acara pada malam hari yang bertujuan meramaikan serta membantu tuan rumah dalam mensukseskan acaranya (Hajatan).

Untuk diketahui, kegiatan ini tentunya selain ajang saling mengenal antar muda mudi, kegiatan ini juga membawa nilai-nilai positif didalamnya, seperti kebersamaan, keterbukaan, gotong royong, kreatif dan inovatif, berani dan disiplin dan pastinya menjaga kekeluargaan sebagai bentuk jati diri Ulun (Orang) Lampung.

Dari pantauan kegiatan di lokasi, nampak hadir dalam acara jaga damar dan Lempar selendang tersebut, kiyai Sairullah ( Kepalo muda mudi Sikam Kerto), kiyai Heri (Kepalo menganai Tiyuh Panaragan), kiyai Sapri (kepalo menganai Tiyuh penumang lamo), kiyai luki (kepalo menganai simpang penumang) dan Ratusan Muda-mudi lainnya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses