BANYUMAS, medianasional.id – Semangat Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 bersiap menggeliat di Kabupaten Banyumas. Sebagai tuan rumah peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kwarcab Banyumas menyatakan kesiapannya menyambut kedatangan dua pasukan pembawa simbol Pramuka tersebut dari dua arah berbeda, yakni Kwarcab Cilacap dan Kwarcab Purbalingga.
.
Rangkaian pergerakan pasukan ETK yang diberangkatkan dari 14 kwarcab di Jawa Tengah ini dijadwalkan masuk secara bertahap. Pasukan pertama dari Kwarcab Cilacap akan diterima pada Jumat, 4 September 2026, di Halaman SPPG Cindaga, Kecamatan Kebasen. Menyusul kemudian, pasukan kedua dari Kwarcab Purbalingga akan memasuki wilayah Banyumas pada Minggu, 6 September 2026, melalui titik timbang terima di Lapangan Silado, Kecamatan Sumbang. Kedua rute estafet ini nantinya akan konvergen dan mencapai garis finish di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas.
.
Sekretaris Kwarcab Banyumas, Wahyu Handoko, menegaskan bahwa momentum ini menjadi kehormatan besar sekaligus simbol kesinambungan perjuangan kaderisasi Pramuka. Posisi Banyumas yang menerima estafet dari arah selatan-barat (Cilacap) dan utara-timur (Purbalingga) menegaskan perannya sebagai simpul utama pergerakan ETK tahun ini.
.
“Ketua Kwarcab Banyumas bersama jajaran pengurus, pembina, andalan, serta anggota Pramuka Banyumas, siap untuk menyambut kedatangan kedua pasukan tersebut,” ujar Handoko di sela-sela memantau jalannya latihan persiapan.
.
Lebih lanjut, Handoko menjelaskan bahwa penyambutan ini dirancang bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebagai upaya mendekatkan dan menghidupkan kembali marwah kepramukaan di tengah masyarakat luas. Pihaknya kini terus mematangkan koordinasi lintas sektor serta menggelar gladi bersih di kedua lokasi penjemputan.
.
“Kami melibatkan anggota Pramuka dari berbagai golongan serta masyarakat sekitar untuk menciptakan atmosfer yang meriah. Ini bentuk penghormatan tinggi kami bagi para peserta yang membawa misi penting Estafet Tunas Kelapa,” tambahnya.
.
Melalui tradisi ETK ini, Gerakan Pramuka Kwarcab Banyumas ingin mengirimkan pesan kuat ke publik bahwa batasan wilayah bukan penghalang untuk merawat persatuan. Estafet ini menjadi representasi nyata dari ketangguhan, persaudaraan, dan komitmen Pramuka untuk terus tumbuh bergerak dalam mengabdi pada masyarakat.






