IPW Sebut Polri Harus Cari dan Tangkap Bos Teroris

Jakarta171 Dilihat

Jakarta, Medianasional.id – Indonesian Police Watch (IPW) sebut Polri harus segera mencari dan menangkap bos teroris di Indonesia. Pasalnya, penyerangan ke Mabes Polri, jelas menggambarkan jaringan teroris masih kuat yang akan melanjutkan aksi-aksi berikutnya.

Demikian ungkapan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, yang juga mengharapakan Polri mencermati kejadian penyerangan kemarin.

Menurutnya, serangan teror ke markas besar Polri atau 150 meter dari ruang kerja Kapolri Sigit adalah showofforcenya bos teroris untuk menunjukkan bahwa ada fenomena baru dalam aksi teror yang akan mereka mainkan ke depan.

“Bos teroris ingin menunjukkan dua hal kepada publik. Pertama, kelompok teroris kini punya pasukan khusus, pasukan “Inong baleh”. Sama seperti saat pasukan GAM disisir habis oleh Polri dan TNI di era konflik Aceh, mereka mengedepankan pasukan perempuan atau “Inong baleh”. Kelompok teroris sepertinya meniru apa yang dilakukan GAM, saat para teroris disisir habis oleh Polri, kini mereka menurunkan pasukan perempuan (Inong Baleh). Setelah serangan di gereja di Makassar, pasukan “Inong baleh” masuk ke jantung Polri dan melakukan serangan yang mengagetkan dari dalam komplek Mabes Polri,” ungkapnya.

Kedua, bos teroris ingin menunjukkan bahwa pasukan “Inong baleh” mereka lebih nekat. Dengan kemampuan seadanya dan tanpa paham “medan pertempuran” pasukan “Inong baleh” teroris nekat melakukan serangan dari dalam Mabes Polri. Teroris menunjukkan teori baru, serangan tidak dari luar tapi dari dalam. Para teroris ingin menunjukkan ke publik bahwa inilah pertama kali dalam sejarah bahwa Mabes Polri bisa diserang teroris dari dalam. Para teroris ingin menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan Mabes Polri di era Kapolri Sigit. Di saat Polri sedang sibuk melakukan penggerebekan ke sarang teroris di berbagai tempat justru markas besarnya malah kebobolan dari dalam.

IPW menilai, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri masih dalam tingkatan peringatan atau ujicoba bahwa akan ada serangan besar yang akan dilakukan bos teroris. Untuk itu Polri harus segera mencari dan menangkap bos teroris itu. Sebab bagaimana pun, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri ada pihak yang mengendalikan dan tidak mungkin pelaku bekerja sendiri.

Ketika dikonfirmasi terkait kemampuan pelaku teror, Neta S Pane mengatakan, tidak melakukan kajian secara komprehensif.

“Tapi dari rekaman yg ada, pelaku terlihat sudah terbiasa memegang senjata. Tapi dia tidak paham dengan situasi di Mabes Polri, sehingga sasarannya tidak jelas,” pungkas Neta.

Penulis: Rap Turnips

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses