KENDAL- medianasional.id- Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, Inspektorat Kabupaten Kendal menggelar kegiatan Sosialisasi Antikorupsi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar inspektorat di seluruh daerah aktif menanamkan nilai-nilai integritas di lingkungan birokrasi.
Plt Kepala Inspektorat Kendal, Rini Utami, menjelaskan bahwa sosialisasi ini penting untuk memastikan ASN memahami secara utuh materi antikorupsi dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas. Dengan pemahaman yang kuat, diharapkan potensi tindakan koruptif dapat dicegah sejak dini. “Kami terus mendorong ASN agar memahami substansi materi antikorupsi dan menjadikannya pedoman dalam bekerja,” ujarnya di Kendal, Senin (13/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Rini juga memaparkan hasil Survei Integritas Birokrasi Tahun 2024 yang menunjukkan masih adanya potensi praktik korupsi di beberapa sektor pelayanan publik. Nilai integritas internal ASN di Kendal bahkan tercatat masih di bawah hasil penilaian para ahli. “Kondisi ini menjadi peringatan agar kita semua lebih waspada dan segera mengambil langkah strategis untuk memperbaikinya. Kita bangun budaya antikorupsi. Harapannya, nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) kita tahun depan meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Inspektorat Kendal terus menekankan pentingnya penerapan prinsip akuntabilitas dalam setiap kebijakan pemerintah. Materi sosialisasi antikorupsi kali ini mencakup seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber Muhammad Qodir dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, yang merupakan penyuluh antikorupsi dan perpanjangan tangan KPK di daerah.
“Tindakan preventif ini berdampak besar. Harapannya, terwujud budaya antikorupsi yang diimplementasikan dari diri sendiri, karena kebaikan itu harus diupayakan,” tegas Rini Utami.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan akuntabel. Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan jujur, disiplin, serta menjauhi segala bentuk penyimpangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Bupati, keberhasilan membangun pemerintahan yang baik sangat bergantung pada integritas ASN sebagai pelaksana kebijakan publik. “Kita ingin birokrasi Kendal menjadi birokrasi yang bersih, melayani, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Tika tersebut.
Bupati Tika juga mengingatkan ASN agar senantiasa melakukan introspeksi diri dan menanamkan rasa syukur dalam bekerja. “Jadilah ASN yang bersyukur atas hasil kerja yang halal dan penuh berkah. Jangan pernah mengambil hak yang bukan milik kita,” pesannya.
Menutup kegiatan, Bupati menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran moral dan rasa takut akan pengawasan Tuhan dalam setiap tindakan. “Jika rasa itu tertanam, maka korupsi tidak akan berani dilakukan. Semoga pelayanan publik di Kendal semakin meningkat dan terwujud pemerintahan yang bersih serta bebas dari korupsi,” pungkasnya.(*)





