Hujan Seharian, Kendal Dikepung Banjir, Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Jawa Tengah, Kendal820 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- Diguyur hujan deras sehari semalam, banjir menggenangi di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (30/1/25). Bahkan di beberapa wilayah Kendal hampir merata terjadi bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, salah satunya di desa Kebonadem Brangsong Kendal.

Banjir terjadi akibat air yang tidak dapat mengalir ke sungai Waridin, sehingga meluap dari sungai kecil dan area persawahan, merendam pemukiman warga.

Menurut Muslim, salah satu warga Kebondalem Brangsong mengatakan air masuk sejak jam enam pagi, bahkan air semakin besar. Air tersebut bukan karena limpasan dari kali Waridin namun air dari sawah dan dari saluran irigasi yang tidak bisa masuk ke sungai sehingga air masuk dalam pemukiman.

Selama Januari 2025 baru pertama kali banjir, namun demikian, kata Muslim di Kebonadem sudah menjadi langganan banjir tiap hujan sekalipun hanya di jalan.

“Ini karena air yang biasa masuk ke kali Waridin ditutup sebab debit air lebih tinggi agar tidak masuk ke pemukiman,” jelas Muslim.

Selain itu, warga Dusun Kradenan, Desa Kebonadem, juga dalam kondisi waspada. Mereka khawatir karena tanggul yang belum lama selesai dibangun mengalami longsor. “Jika banjir terus meningkat, dikhawatirkan tanggul tersebut bisa jebol dan memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut,” ujar Arifin.

Sementara itu, air juga meluap di sepanjang kanan dan kiri kali Kendal, menyebabkan genangan di berbagai lokasi. Bahkan, halaman kantor Bupati Kendal tak luput dari genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter. Meski demikian, aktivitas pemerintahan masih tetap berjalan seperti biasa.

Warga yang terdampak berharap adanya penanganan cepat dari pihak terkait untuk mengatasi banjir dan mengantisipasi potensi kerusakan lebih lanjut akibat luapan air. Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, pemerintah daerah, serta relawan terus melakukan pemantauan dan upaya penanggulangan di titik-titik rawan banjir.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses