Merangin, Medianasional.id – Puluhan mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko melaksanakan aksi demo di depan Kantor DPRD kabupaten Merangin. Mahasiswa meminta pihak Pemkab Merangin membatalkan pembelian mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati disaat anggaran tengah diefesiensi.
Namun para mahasiswa HMI tidak mendapat tanggapan di Kantor DPRD Merangin, dengan rasa kecewa pendemo meninggalkan gedung DPRD sambil bersorak, “percuma ada perwakilan Rakyat di Kabupaten Merangin, kami menganggap DPRD tidak peduli dengan penyampaian masyarakat,” kata Korlap Pefri dan menuju ke kantor Bupati Merangin, Senin (10/06/2025).
Setelah sampai di kantor bupati para mahasiswa HMI, menyampaikan tiga tuntutan dalam aksi yang berjalan dengan tertib, aman dan terkendali.
Selain terkait pembelian mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati, mahasiswa juga menuntut Pemkab menutup warung remang remang yang saat ini menjamur di Kabupaten Merangin. Kemudian Pedagang Kaki Lima (PKL) direlokasi menggunakan fasilitas Pemkab dan digratiskan selama enam bulan.
“Kami datang hari ini ingin berdialog dengan Bupati supaya mendengar tututan kami untuk membatalkan pembelian Mobnas ditengah anggaran sedang diefesiensi. Kami juga meminta Pemkab menutup Warem yang saat ini kian menjamur di Merangin, serta menggratiskan PKL yang telah direlokasi menggunakan fasilitas Pemkab,” singkat Korlap Aksi.
Kedatangan para aksi, Mahasiswa disambut wakil Bupati Merangin A, Khafed Moen, karena bupati sedang tidak ada di kabupaten Merangin saat ini.
Namun demikian para rombongan mahasiswa HMI diizinkan masuk ke ruangan kantor Bupati untuk berdialog. Wakil Bupati Khafed langsung menanggapi apa yang disampaikan para mahasiswa, dan beberapa poin tuntutan telah disepakati dan nantinya akan ditindaklanjuti.
“Kalau pembatalan untuk kendaraan Dinas saya siap kalau itu perintah pimpinan. Soal hiburan malam, kami akan bentuk tim terlebih dahulu, dan soal gratisnya lapak PKL, itu wewenang dinas terkait,” ungkap Wabup.
“Begitupun permasalahan tambang emas ilegal, yang ada di kabupaten Merangin nanti akan kami tindaklanjuti,” imbuhnya.
Para mahasiswa sangat bersenang hati dengan apa yang telah disuarakan membawa hasil.
“Dan apabila nantinya hasil kesepakatan ini tidak dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Merangin, kami akan melakukan demo besar besaran,” jelas Pefri.






