Harga Singkong dan Getah Karet Tak Stabil, Ekonomi Rakyat Kalang Kabut

Sumatera444 Dilihat

​Tulangbawang Barat, redaksimedinas.com- Masyarakat petani singkong dan karet mengharapkan upaya kepada pemerintah daerah kabupaten Tulang bawang barat (Tubaba) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melakukan langkah upaya untuk meningkatkan harga singkong dan karet ke pihak-pihak perusahaan yang ada di wilayah bumi ragem sai mangi wawai, “yang harganya dalam akhir-akhir ini pada bulan Juni tahun 2016 telah mengalami anjlok harga singkong berbarengan dengan harga karet, yang hingga kini harga  belum stabil. Mengingat singkong dan karet merupakan penghasilan utama yang diandalkan oleh masyarakat di Kabupaten Tubaba untuk membiayai kebutuhan rumah tangga mereka sehari-hari”.

Menurut Selamet seorang petani singkong asal tiyuh Gunung Agung di wilayah kecamatan Gunung Terang, Batu Putih, Pagar Dewa dan Gunung Agung rata -rata masyarakat di sini yang memiliki luas tanaman singkong mencapai ratusan ribu hektar. “Padahal secara analisa harga tepung tapioka saat ini tidak mengalami penurunan harga, untuk saat ini harga tepung tapioka masih tetap Rp 7000,- akan tetapi kenapa harga jual singkong di pabrik masih dalam posisi di bawah harga Rp 1000. Padahal bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2013/2014 harga singkong telah membatu masyarakat mengalami harga Rp.1600 per kilo gram, sementara hasil panen dalam 1 hektar lahan singkong hasilnya sangatlah minim saat ini. Untuk biaya penanaman lahan 1 hektar dan perawatan bisa mencapai puluhan juta sampai panennya singkong”, terang Selamat kepada wartawan kamis (20/7) kemarin.

Hal serupa yang disampaikan oleh
Johansyah warga tiyuh gunung katun Tanjungan kecamatan Tulang bawang udik, harga singkong dan karet belum menemukan solusi harga yang stabil. “Untuk saat ini harga jual singkong di pabrik hanya tinggal Rp. 650 dan masih ada potongan mencapai 25% dengan berbagai alasan perusahaan. Apa harga singkong dan getah karet yang harganya tidak normal saat ini permainan perusahaan atau oknum yang mempermainakan harga? Untuk harga jual di pabrik saat ini Rp 600-650 per kilo gram itu juga umur singkong yang sudah siap panen, singkong yang usianya 12 bulan -13 bulan. Sementara harga getah karet harian Rp 350 – 400 dan tergantung kualitas getah karetnya. Kami masyarakat mengharapkan kepada pemerintah daerah maupun pusat serta perusahaan dan pihak legeslatif untuk memikirkan nasib petani singkong dan karet,” tukasnya.(Arfani)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses