KENDAL – medianasional.id– Harga jagung pakan yang sempat mencekik peternak unggas akhirnya bisa ditekan. Program Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) resmi turun ke lapangan dan disambut gembira. Pasokan ini menjadi penyelamat para peternak unggas dari anggota Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) di Kabupaten Kendal.
Ketua KPUS, H. Suwardi, yang juga anggota DPRD Kendal, menyebut harga jagung sempat melambung di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi ini membuat biaya produksi naik drastis sehingga banyak peternak kelimpungan.
“Menyikapi situasi ini, KPUS meminta pemerintah menyalurkan cadangan jagung melalui program SPHP. Alhamdulillah, permintaan itu akhirnya dipenuhi,” kata Suwardi dalam keterangan, Sabtu (27/9/2025).
Menurut Suwardi, pada 1 September 2025 lalu pemerintah resmi menyalurkan jagung SPHP. Bahkan dirinya diminta memberikan pernyataan langsung dalam acara launching di Kantor Bapanas. “Ini bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak,” tegasnya.
Program ini, lanjut Suwardi, datang tepat waktu di tengah pasokan jagung yang menipis dan harga yang meroket. Ia pun mengapresiasi Bulog, khususnya Pinwil Bulog Jawa Tengah, yang bergerak cepat menyalurkan stok jagung dari gudang ke wilayah peternak.
“Kami ucapkan terima kasih atas program CJP ini. Kebijakan ini tidak hanya melindungi peternak, tapi juga menjaga keseimbangan dengan petani jagung,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, KPUS ikut membantu pemerintah menyalurkan jagung SPHP. Jagung hanya bisa dibeli oleh peternak yang tergabung dalam koperasi berbadan hukum dengan syarat administrasi yang jelas. “Identitas diverifikasi berjenjang, mulai dari KTP, KK, hingga nomor HP,” ungkap Suwardi.
Meski begitu, ia mengakui belum semua peternak masuk dalam Surat Keputusan (SK) pembeli jagung SPHP. “Ada yang terlambat menyampaikan nomor KK. Saat ini ditetapkan kebutuhan jagung 1.800 kilogram untuk setiap 1.000 ekor ayam, dengan 900 peternak kecil, mikro, dan menengah anggota KPUS sudah masuk SK,” paparnya.
Suwardi berharap program SPHP dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkuat kontribusi KPUS dalam mendukung program pemerintah. “Kami juga aktif di kegiatan sosial, mulai dari bantuan 1.000 butir telur untuk HUT TNI hingga berbagi telur rebus untuk anak sekolah dan keluarga kurang mampu dalam Hari Unggas di Singorojo,” tandasnya.
Sementara itu, Andi, peternak dengan 2.000 ekor ayam, mengaku lega dengan turunnya jagung SPHP. “Harganya Rp 5.400 per kilogram langsung sampai kandang, padahal pemerintah tetapkan Rp 5.500. Sangat membantu,” ujarnya.
Peternak lain, Sutrisno, juga berterima kasih kepada Bapanas, Dirjen PKH, hingga Satgas Pangan Mabes Polri yang ikut mengawal program tersebut.(*)





