
Gorontalo, Medianasional.id — Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Komisi III yang menangani Bidang Perencanaan Pembangunan asal dapil Boalemo Pohuwato H. Ismail Alulu, S.E, angkat bicara terhadap isu yang berkembang terhadap pembagunan jaringan pemanfaatan air yang dianggarkan melalui Balai Sungai Wilayah Provinsi Gorontalo.
Hal ini termaksud juga menanggapi isi berita yang dimuat dengan judul “Prencanaan Pembagunan Jaringan Pemanfaatan Air Desa Iloheluma Kec. Patilangiyo dari Tahun 2017 Tak Kujung Selesai” yang dimuat di medianasional.id.
Memang saya sudah mendapat laporan tentang permasalahan pembagunan jaringan pemanfaatan air di Desa Iloheluma Kec. Patilangiyo Kab. Pohuwato apalagi ini daerah dapil saya begitu bunyi WhatsApp Anggota DPRD Provinsi Gorontalo H. Ismail Alulu, S.E. Rabu (30/06) yang masuk ke nomor redaksi medianasional.id.
Lanjut Ismail tentunya pertama kita akan rencanakan langsung lakukan kajian dengan turun langsung ke lapangan untuk mengecek sampai sejauh mana keluhan dari masyarakat.
“Setelah itu kita akan mengundang instansi yang terkait atau Balai Sungai Wilayah Provinsi Gorontalo untuk memintah apa permasalahan sampai hari ini pekerjaan tersebut tak kunjung selesai, agar kita mengetahui apa permasalahannya,” terangnya.
Selanjutnya kita akan mendorong Balai Sungai Wilayah Provinsi Gorontalo untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut karena ini akan inbas keproses hukum.
“Dengan langkah melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Instasi terkait apa saja yang di sampaikan itu yang kita tindak lanjuti kebetulan ini anggaran APBN nanti kita konsultasikan ke Kementrian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air,” cetusnya.
Kita lihat dulu di lapangan apakah pekerjaannya asal-asalan, kalau ternyata demikian, itu saya sebagai anggota legislatif apalagi dari dapil saya sendiri tentunya kecewa dengan pekerjaan yang di anggap perencanaan asal-asalan.
“Dan meminta kepada pihak pengguna anggaran harus bertanggung jawab dalam hal ini Balai Sungai Wilayah Provinsi Gorontalo, dan juga supaya memperhatikan kontraktor pelaksana yang di anggap tidak bonafid,” tutup senator asal Pohuwato.
Reporter : Rahim
Editor : Putri






