
Semarang, medianasional.id Kabupaten Batang masuk pada urutan 16 besar tingkat Jawa Tengah tentang Indek Daya Saing Daerah (IDSD), untuk itu Bupati Batang Wihaji mengikuti serangkaian tes dalam rangka meraih penghargaan tersebut. Kegiatan berlangsung di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah Semarang, Selasa (10/9/2019).
Kabid Riset dan Pengembangan Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tri Yuni Atmojo dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa ada 6 aspek dalam penilaian tersebut penilaianya yaitu :
1. Perencanaan,
2. Kapasitas Sumber Daya Manusia,
3. Infrastruktur Sarana dan Prasarana Model Kerja,
4. Budaya Inovasi,
5. Sistem Informasi
6. Dokumentasi dan
7. Hasil Inovasi
“Uji pemaparan IDSD dinilai oleh tiga dewan juri yakni Marjoko ST. MBA dari Media, Muhammad Amin Menristekdikti dan Prof. Saratri Wiloinoyuda Dewan Riset Faetah Provinsi Jawa Tengah,” ucap Tri Yuni Atmojo.
Sementara dalam kesempatan yang sama Prof. Saratri Wilonoyuda selaku Dewan juri menuturkan, bahwa pemaparan yang disampaikan Bupati Batang Wihaji sangat detail dari berbagai sisi dikupas tuntas, artinya selaku kepala daerah sangatlah mengerti dan mengetahui apa yang menjadi permasalahan di wilayahnya.
Lebih lanjut Prof Salatri Wilonoyudo menjelaskan, bahwa Bupati Wihaji memiliki konsep jelas tentang pembangunan di Kabupaten Batang, terutama dibidang Investasi, Pariwisata, Pengembangan Industri, UMKM, Pengurangan Pengangguran, kesejahteraan rakyat sangat konsen sekali.
Ia juga menuturkan, bahwa potensi dalam rangka mendapatkan penghargaan IDSD sangat berpeluang, karena dari leadhership dewan juri sangat menghargai yang hadir sendiri dalam seleksi penilaian penghargaan.
“Kepedulian dan leadhership memiliki nilai yang penting dan memiliki nilai lebih di banding daerah lainya, karena menunjukan keseriusan komitmen,” pungkas Prof. Saratri Wilonoyuda

Bupati Wihaji dalam pemaparanya menyampaikan daya saing daerah Kabupaten Batang yakni meliputi ketersedian sumber energi PLTU 2×1000 MW, tol trans Jawa, Doeble track kereta api, Pelabuhan, Jalur Pantura Jawa, Kawasan Industri 3500 hektar, kemudahan investasi, tenaga kerja dengan upah yang masih rendah di banding daerah lainnya.
” Untuk Potensi daerah wisata kita miliki topografi yang komplit yakni ada laut, daratan dan pegunungan yang potensi wistanya luar biasa, memiliki pertanian, industri, Batik, peternakan, perikanan, seni dan budaya UMKM,” jelas Wihaji.
Ia juga mengatakan, kami terus berupaya untuk mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Batang guna tercapainya kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.
” di tahun 2018 Pertumbuhan ekomomi Kabupaten Batang mengalami kenaikan hingga 5,72 persen dan nilai ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional yang hanya 5.32 persen, dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yakni 5,17 persen,” Beber Bupati Batang Wihaji.
Reporter : Puji_L






