Mataram, medianasional NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menawarkan gagasan transformasi sektor pertanian berbasis konsolidasi lahan yang terinspirasi dari keberhasilan Federal Land Development Authority (FELDA) Malaysia.
Tawaran tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan Dialog Tani di Mataram, Minggu (2/8/2026).
Gubernur Miq Iqbal menjelaskan, meski indikator Nilai Tukar Petani (NTP) NTB berada pada angka positif yakni 131 (di atas rata-rata nasional 127), tantangan mendasar seperti dominasi petani gurem dengan kepemilikan lahan sempit masih memicu tingginya biaya produksi.
“Yang ingin kita pelajari dari FELDA bukan menyalin sistemnya secara utuh, melainkan prinsip keberhasilannya. Bagaimana petani memperoleh skala ekonomi yang lebih besar melalui pengelolaan lahan secara kolektif,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia mencontohkan hamparan sawah di Lombok Tengah yang luas. Apabila dikelola secara bersama melalui Koperasi Multi Pihak atau badan usaha profesional, biaya operasional seperti pengadaan benih, pupuk, alat pertanian, hingga pemasaran dapat ditekan secara signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Willgo Zainar sebagai Ketua HKTI NTB. Pihaknya berharap HKTI dapat bersinergi dengan Pemprov NTB dalam membangun ekosistem pertanian modern dan mendorong NTP menuju target 150 demi kesejahteraan petani.






