Gubernur NTB Lapor Polisi: “Bukan Anti-Kritik, Tapi Soal Data Pribadi & Adab”

Mataram, NTB – Lagi rame nih, Pemprov NTB baru aja ngasih klarifikasi soal langkah hukum yang diambil Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, terhadap akun media sosial atas nama Saraa Azahra. Ternyata, laporan ke Polda NTB ini bukan soal pemerintah yang “baper” dikritik.

Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik (yang akrab kita sapa Aka), negasin kalau Miq Iqbal lapor sebagai warga negara biasa. Istilah kerennya: Equality before the law. Jadi, ia ngerasa hak pribadinya dilanggar, terutama soal penyebaran data pribadi tanpa izin.

Nah, ini yang perlu kita garis bawahi sebagai netizen:
Kritik: Oke banget buat demokrasi.
Yang Masalah: Ada dugaan penyebaran data pribadi (langgar UU No. 27 Tahun 2022) plus narasi yang dianggap udah kelewat batas, kayak sebutan “babu rakyat” sampe “pemimpin bodoh”.
Provokasi: Ada juga ajakan buat nggak bayar pajak. Waduh!

“Kritik yang keras sekalipun tetap dibiarkan. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sikap anti-kritik,” ujar Kak Aka, Minggu (19/4).

Menanggapi komentar Dr. Alfisyahrin dari Universitas Internasional Bima yang khawatir ini bakal bungkam kebebasan berekspresi, Pemprov NTB bilang mereka menghargai pendapat itu. Tapi, mereka minta publik lihat masalahnya secara utuh. Bukan cuma soal “siapa lapor siapa”, tapi soal “apa yang dilanggar”.

Pemprov NTB ngajak kita, terutama anak muda dan akademisi, buat tetep kritis tapi tetep punya adab. Demokrasi emang butuh kritik, tapi bukan berarti bebas “doxing” atau asal sebar data orang lain.

Proses hukum sekarang lagi di tahap penyelidikan. Jadi, jangan clueless dan kemakan kesimpulan prematur ya, Sobat Mataram! Mari kita jaga ruang digital kita tetep sehat, kritis, dan tetep berbudaya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses