Gubernur NTB: Cagar Budaya Harus Berdampak pada Ekonomi Masyakarat

Mataram, medianasional NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pelestarian cagar budaya. Menurutnya, keberhasilan pelestarian tak lagi diukur dari banyaknya objek yang ditetapkan, melainkan sejauh mana warisan sejarah itu mampu dikelola dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal saat menerima Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi NTB dan perwakilan kabupaten/kota se-Pulau Lombok di Kantor Gubernur NTB, Senin (3/8/2026).

“Buat saya tidak penting seberapa banyak yang ditetapkan. Yang penting adalah seberapa serius kita mengurus yang sudah ada. Lebih baik sedikit, tetapi benar-benar terurus, daripada mengejar status tapi tidak dirawat dan dimanfaatkan,” tegas Miq Iqbal.

Ia menyoroti pentingnya merubah cara pandang terhadap kebudayaan—dari sekadar cost center (beban anggaran) menjadi profit center yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, membangkitkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta menyumbang pendapatan daerah.

Untuk mendukung langkah tersebut, Gubernur menginstruksikan Dinas Kebudayaan NTB segera membangun sistem inventarisasi cagar budaya berbasis digital yang terintegrasi. Data yang akurat dinilai menjadi fondasi utama dalam menentukan prioritas konservasi maupun pengembangan pariwisata budaya, termasuk rencana revitalisasi Kawasan Kota Tua Ampenan dan pemeringkatan koleksi Museum Negeri NTB.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses