Mataram, NTB – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), baru saja mengambil langkah besar buat menyegarkan “mesin” birokrasi NTB. Bertempat di Pendopo Gubernur, Kamis (9/4), Miq Iqbal resmi melantik 34 pejabat eselon, mulai dari Eselon II sampai IV.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ada pesan kuat yang dikirim NTB harus lari kencang!
Ini yang paling menarik. Miq Iqbal gak mau ada pejabat yang cuma sekadar menjabat. Ia menegaskan semua pejabat yang dilantik wajib tanda tangan perjanjian kinerja. Targetnya jelas, kalau dalam 6 bulan kinerjanya melempem, pilihannya cuma satu: Mundur secara sukarela.
“Kalau selama enam bulan kinerja dan target tidak tercapai, mohon maaf bapak ibu harus secara sukarela mengundurkan diri,” tegas Miq Iqbal. Savage!
Gubernur sadar kalau kondisi ekonomi nasional lagi banyak tantangan dan anggaran daerah makin diperketat. Tapi, Miq Iqbal minta semua OPD jangan “manja”.
Bekerja secara extraordinary, cerdas, dan cepat adalah kunci. Mimpi besar NTB Makmur Mendunia gak boleh terhenti cuma gara-gara urusan budget. Intinya, harus lebih kreatif nyari cuan (pendapatan) buat daerah!
Ada pesan manis tapi tegas juga buat para istri atau suami pejabat. Miq Iqbal minta pasangan memberikan support sistem yang maksimal demi integritas, tapi ada syaratnya: Jangan ikut campur urusan kantor, biarkan para staf bekerja profesional tanpa harus “sungkan” karena campur tangan pasangan pimpinan. Support dari samping dan belakang itu sumber kekuatan, bukan jadi “wakil pejabat” di kantor.

Beberapa nama besar yang mengisi posisi strategis di antaranya:
Asrul Sani: Direktur RSUP NTB.
Lalu Mirza Amir HB: Kadis Pertanian & Ketahanan Pangan NTB.
Syamsul Hadi: Kadis Dikpora NTB.
Lalu Kusuma Wijaya: Kadis PUPR NTB.
Lalu Wiranata: Kadis Perdagangan NTB.
Muhammad Ihwan: Kadis Kebudayaan NTB.
Didik Mahmud: Kadis LHK NTB.
Pelantikan ini jadi momentum buat akselerasi program pembangunan yang sempat tertinggal setahun terakhir. Yuk, kita pantau bareng-bareng kinerja mereka dalam 6 bulan ke depan






